Bola Internasional

Krisis Diplomatik Qatar dan Nasib Piala Dunia 2022

Selasa, 6 Juni 2017 22:34 WIB
Penulis: Nindhitya Nurmalitasari | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© google maps
Krisis diplomatik yang melibatkan Qatar dan 7 negara tetangga. Copyright: © google maps
Krisis diplomatik yang melibatkan Qatar dan 7 negara tetangga.
Masalah Diplomatik dengan 7 Negara Tetangga

Qatar kini sedang menghadapi krisis politik yang disebut-sebut sebagai yang terburuk sepanjang sejarah kawasan Teluk. Setelah 4 negara yakni Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Libya, dan Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar kemarin (05/06/17), kini giliran dua negara lainnya Yaman dan Maladewa yang mengambil kebijakan serupa.

Pemutusan hubungan diplomatik secara kolektif tersebut dilakukan karena Qatar dituding terlibat dalam upaya-upaya yang mengancam stabilitas negara-negara di kawasan. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi tuduhan tersebut.

Menurut BBC (05/06/17), negara-negara tersebut menuduh Qatar diam-diam memberi dukungan pada kelompok-kelompok teroris seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Al Qaida.

© INTERNET
Caption Copyright: INTERNETQatar diduga mendukung organisasi teroris oleh Saudi Arabia dan sekutunya.

Negara berpopulasi lebih dari 2 juta jiwa tersebut juga dianggap mendukung Ikhwanul Muslimin, organisasi yang jelas-jelas dilabeli "teroris" oleh Arab Saudi dan UEA, dan memanfaatkan media untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, Arab Saudi juga disebut-sebut tidak menyukai kedekatan Qatar dengan Iran.

Meski Qatar telah membantah tudingan disebutnya tidak berdasar tersebut, nampaknya hal ini belum dapat menurunkan tensi politik yang kadung tereskalasi. 

Bahkan dalam perkembangan terbaru, masih menurut laporan BBC (06/06/17), UEA telah memerintahkan staf-staf diplomatiknya untuk meninggalkan negara tersebut dalam jangka waktu 48 jam.

Sejumlah maskapai penerbangan milik UEA dan sekutunya juga menyatakan akan menghentikan penerbangan ke dan dari Doha, Ibu Kota Qatar. Arab Saudi dan sekutunya juga menutup wilayah udara mereka dari maskapai milik Qatar, Qatar Airways (yang juga sponsor FIFA), serta menutup akses ke pelabuhan.

Tak sedikit yang mengkhawatirkan potensi gangguan yang dapat ditimbulkan terhadap kelanjutan nasib Piala Dunia 2022.

848