Liga 1

Yang Tersisa dari Duel Panas Persib versus Persija

Selasa, 25 Juli 2017 12:42 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Gregah Nurikhsani Estuning
© Muhammad Ginanjar/INDOSPORT
Umuh Muchtar saat menjenguk salah seorang bobotoh yang menjadi korban salah sasaran pada laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Copyright: © Muhammad Ginanjar/INDOSPORT
Umuh Muchtar saat menjenguk salah seorang bobotoh yang menjadi korban salah sasaran pada laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta.
Korban Berjatuhan

Dari sekian banyak cerita yang masih tersisa dalam laga Persib melawan Persija, tidak ada yang lebih mengerikan daripada ditemukannya korban dari kedua belah pihak suporter. Bersyukur karena belum ada laporan korban jiwa, namun korban luka-luka bukan sesuatu yang patut diwajarkan.

Ricko Andrean, Bobotoh asal Cicadas, menjadi korban pengeroyokan dari kelompok seperjuangannya sendiri. Dirinya diduga oleh Bobotoh yang lain sebagai pendukung Persija, Jakmania yang menyusup di antara puluhan ribu suporter tuan rumah.

Kondisi Ricko saat ini cukup mengenaskan. Dirinya masih tergeletak tak sadarkan diri di rumah sakit. Kondisi tubuhnya penuh dengan luka bengkak. Yang paling nahas, Ricko adalah seorang yatim piatu.

Perhatian dari kubu Persib patut diapresiasi. Beberapa penggawa Maung Bandung terlihat menjenguk Ricko yang masih belum sadarkan diri. Bahkan, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sampai turun tangan menyelesaikan masalah ini.

Pria yang karib dipanggil Kang Emil itu turut menjenguk Ricko. Bahkan ia menantang kepada oknum Bobotoh yang mengeroyok Ricko, untuk menunjukkan sikap kesatria dan mengakui perbuatannya.

 

Coba kamu-kamu, oknum bobotoh yang menyiksa Ricko, bobotoh Cicadas, yatim piatu pula, saat Persib lawan Persija, berani gak gentle datang minta maaf?. Dia saat ini kritis dengan luka2 disekujur tubuhnya di RS Santo Yusup. Jika hukum dunia tidak mendapatimu, semoga hukum Allah yang akan mengejarmu! _________ SEPAK BOLA itu tentang persatuan, tentang kejujuran, tentang fair play. Emosi negatif, provokasi anarki, bully, lempar botol, lempar flare, apapun alasan-alasannya TIDAKLAH DIBENARKAN. _________. FANATISME SEPAK BOLA Bukanlah ajang untuk pelampiasan emosi yg merusak, bukan ajang untuk permusuhan, bukan tempat untuk bunuh-bunuhan. Mari fokus pada prestasi bukan pada anarki. Mari dewasa kayak El Clasico Spanyol. aman. tertib . Bisa? *Sok lamun peduli geura #udunan

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

Beralih ke kubu pendukung lawan. Boboy, seorang Jakmania dari wilayah Angke, Jakarta Barat, dikeroyok oleh sejumlah pendukung tuan rumah ketika mencoba nekat untuk datang langsung ke GBLA.

Alih-alih berhasil menembus pantauan puluhan ribu pasang mata Bobotoh, Boboy malah menerima risiko yang paling mengerikan. Ketahuan sebagai pendukung Persija.

Dari beberapa pantauan sosial media suporter Persija, Boboy mengalami luka-luka di sekujuran wajahnya. Namun kondisinya saat ini telah berangsur membaik. Itu terlihat setelah sudah banyaknya pengunjung yang ingin menjenguk Boboy. Termasuk dari pihak manajemen Persija yang diwakili oleh Ketua panpel, Arief Perdana Kusuma.

193