Piala AFF U-18 2017

Rapor Pemain Timnas Indonesia U-19 Usai Kalahkan Myanmar

Rabu, 6 September 2017 15:00 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Dok. PSSI
Egy Maulana Vikri. Copyright: © Dok. PSSI
Egy Maulana Vikri.
Pemain Tengah

Saddil Ramdani (Nilai 7)

Pemain yang sempat menjadi andalan Timnas U-22 di SEA Games 2017 itu sejatinya tampil baik meski belum berada pada top performanya. Pada laga melawan Myanmar, Saddil bermain tidak seperti biasanya karena pelatih Indra Sjafri memainkannya sebagai gelandang untuk menggantikan Witan Sulaeman yang sakit.

"Saya tadi agak ragu menurunkan Saddil sebenarnya, karena cara main kami berbeda dengan apa yang dilakoni Timnas U-22. Tapi tiba-tiba saja kemarin sore Witan yang ada di posisi dia (Saddil), demam tinggi sampai tadi," ucap Indra seperti dilansir dari Goal.

"Sehingga kami harus memilih Saddil atau menaruh Egy ke kanan. Nah ini yang kami tadi berdiskusi akhirnya menaruh Saddil di (gelandang) kanan. Namun di babak kedua, Saddil sudah mulai paham dengan apa tugasnya dan skema kami," tambahnya.

Indra Sjafri juga mengakui kalau dengan mengubah peran Saddil, dirinya sebenarnya mengurangi kemampuan yang dimiliki penggawa Persela Lamongan tersebut. 

"Dia punya kecepatan, tapi ditaruh di situ. Tapi apa boleh buat, saya harus butuh skema saya enggak berubah dan dia yang akan sesuaikan dengan skema kami," jelas eks pelatih Bali United tersebut.

Muhammad Iqbal (Nilai 6)

Diplot pelatih Indra Sjafri sebagai playmaker di laga melawan Myanmar, Iqbal tampil di bawah standar. Ia kerap kehilangan bola dan mampu direbut oleh pemain lawan. Beberapa kali passing-nya juga tidak sempurna sehingga dapat dipatahkan.

Nampaknya Iqbal mengalami demam panggung dan tidak bisa lepas dari pressing cukup ketat yang diberikan pemain Myamar di babak pertama. Puncaknya, Iqbal harus rela ditarik keluar, bahkan sebelum babak pertama usai untuk digantikan oleh Syahrian Abimanyu.

Syahrian Abimanyu (Nilai 7,5)

Masuk mennggantikan Muhammad Iqbal pada akhir babak kedua, permainan Syahrian Abimanyu terbukti bisa memberikan ketenangan di lini tengah, terutama saat mengalirkan bola. Pergerakan tanpa bola dan kombinasi Syahrian bersama  M. Luthfi mampu membuat Timnas U-19 menguasai jalannya pertandingan, terutama pada babak kedua.

Beberapa kali Syahrian juga melepaskan tendangan jarak jauh pada babak kedua untuk memberikan tekanan pada Myanmar. Tidak ada rasa canggung atau demam panggung yang ditampilkan Syahrian meksi bermain melawan tuan rumah. 

Bisa saja hal itu dikarenakan Syahrian sudah terbiasa, pasalnya ia sudah merasakan berkompetisi di Piala AFF U-18 pada edisi 2016 lalu bersama pelatih Eduard Tjong. Selain itu pengalaman selama menimba ilmu di Royal European Football Academy (REFA), Valencia nampaknya membuat Syahrian semakin dewasa.

Feby Eka Putra (Nilai 7,5)

Dipercaya pelatih Indra Sjafri sebagai sayap kanan, Feby Eka Putra tampak sangat merepotkan pemain belakang Myanmar terutama di sisi full back. Pergerakan Feby juga semakin terasa lantaran ditopang oleh Rifad Marasabessy maupun Samuel Simanjuntak yang kerap melakukan overlapping.

Pada babak kedua, peran Feby semakin terlihat dimana ia juga mencoba peruntungannya melalui tendangan jarak jauh. Sebuah aksi Feby yang mengundang decak kagum adalah saat melakukan nutmeg (mengolongi) pemain bertahan Myanmar pada akhir babak kedua, di mana pemain lawan kemudian menutup mukanya dan terlihat sangat malu.

Asnawi Mangkualam Bahar (Nilai 7)

Meski hanya bermain beberapa menit di akhir babak kedua, sejatinya Asnawi langsung memperlihatkan kelasnya. Gol kedua Egy Maulan Vikri pada menit ke-93 juga tidak lepas dari umpan kunci yang diberikan Asnawi pada Rifad Marasabessy yang kemudian meneruskan pada Egy Mualana.

Gaya bermain Indonesia yang mainkan umpan-umpan pendek pada akhir babak kedua juga didukung oleh penguasaan bola yang kuat dari Asnawi yang membantu Syahrian Abimanyu maupun M. Luthfi yang sudah mulai kelelahan.

Pengalaman Asnawi pada Piala AFF sebelumnya dan juga di SEA Games 2017 tampaknya harus membuat pelatih Indra Sjafri memasukkannya sebagai pemain utama saat laga kedua melawan Filipina pada 7 September nanti.

Egy Maulana Vikri (Nilai 8,5)

Pemain ini layak dinobatkan sebagai man of the match pada laga melawan Myanmar, Selasa (05/09/17). Meski terkurung di babak pertama, Egy Maulana kemudian tampil lepas dan mengacaukan pertahanan Myanmar di babak kedua.

Bermain selama 90 menit penuh Egy Mulana mampu menciptakan 7 percobaan tembakan, 5 shot on target, 1 tekel sukses, 74% akurasi operan dan diakhri dengan 2 gol. 

Penampilan gemilang Egy tidak lepas dari perubahan yang dilakukan oleh pelatih Indra Sjafri yang sepertinya menginstruksikan Egy untuk bermain di sekitar area penalti untuk membantu Hanis Saghara Putra di lini depan.

1.1K