3 Faktor yang Harus Dibenahi Persib agar Keluar dari Keterpurukan

Rabu, 15 November 2017 15:55 WIB
Editor: Lanjar Wiratri
 Copyright:
Introspeksi Suporter

Bobotoh sebagai pendukung setia Persib memang merupakan bagian penting dari tim dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Maung Bandung. Tanpa kehadiran dan dukungan Bobotoh, Persib tentunya bukan apa-apa.

Sebagai salah satu basis suporer terbesar di Indonesia, Bobotoh tentunya menedatangkan dampak positif dan negatif bagi Persib Bandung. Namun, terkadang arogansi bobotoh justru menjadi kerugian tersendiri bagi tim Pangeran Biru.

Masih ingat kejadian di laga Persib vs Persija di Liga 1 pada Juli 2017 silam? Salah satu bobotoh, Ricko Andrean Maulana dikeroyok hingga tewas oleh oknum bobotoh lainnya. Disangka sebagai anggota The Jakmania, Ricko harus meregang nyawa karena pengeroyokan pendukung Persib lainnya.

Rivalitas Bobotoh dan The Jakmania memang telah mendarah daging, namun lenyapnya nyawa sebagai tumbal dari persaingan tersebut tentunya tak setimpal. Bonotoh semestinya mampu menjadi contoh atau teladan bagi kelompok supporter lainnya dengan menyebarkan kebaikan dan perdamaian.

Bukan hanya itu, Bobotoh juga harus dewasa melihat kondisi tim kesayangannya. Tak hanya mendukung saat timnya tengah gemilang, supporter sejati tentunya harus setia memberikan dukungan saat timnya tengah terpuruk.

Aksi pelemparan yang dilakukan oknum Bobootoh terhadap bus yang ditumpangi pemain dan official Persib usai menelan kekalahan atas Perseru tentuntya tidak bias dibenarkan. Sebagai supporter, mereka semestinya memberikan kritikan yang membangun untuk tim bukan dengan melakukan tindakan anarkis sebagai pelampiasan kekecewaan.