3 Pesepakbola Eropa Ini Sukses Berkarir Di Liga Indonesia
Dengan usia yang masih terbilang muda, 24 tahun, Ilja Spasojevic mau-maunya menerima pinangan Bali Devata, klub tanpa pamor dari negeri yang sepakbolanya begitu sulit berprestasi.
Belum lagi, ketika itu Indonesia, negeri yang sepakbolanya begitu sulit berprestasi itu, tengah diguncang prahara dualisme PSSI.
Bali Devata jelas beruntung memilikinya. Toh, di musim pertamanya itu Spaso berhasil melesatkan 10 gol hanya dalam 14 laga. Pertanyaannya, apakah Spaso merasakan hal serupa? Entahlah.
Timnas Indonesia vs Suriah U-23 (Boaz Solossa, Ilija Spasojevic, dan Osvaldo Haay). Herry Ibrahim/INDOSPORTTapi yang jelas, andaikan ia tak bergabung dengan Bali Devata ketika itu, rasanya tak mungkin Spaso akan mencintai Indonesia dan juga dicintai Indonesia.
Spaso hanya bertahan satu musim di Bali. Setelahnya, ia sempat hijrah ke beberapa klub dalam negeri seperti PSM Makassar, Mitra Kukar, Persisam Samarinda, Persib Bandung, dan Pelita Bandung Raya.
Di klub-klub itu, Spaso selalu berhasil menunjukkan ketajamannya. Bila diakumulasikan, total gol Spaso bersama Bali Devata dan lima klub lain yang pernah ia perkuat adalah mencapai 55 gol.
Ilija Spasojevic ikut latihan bersama Timnas.Pada 2015, ketika Indonesia mendapat sanksi dari FIFA, pemain asal Montenegro ini hengkang ke Melaka United di Malaysia. Di sana ia tampil apik dengan berhasil membawa Melaka juara Malaysia Premier League.
Selain itu, ia juga meraih gelar top skorer dengan 24 gol. Pertengahan 2017 lalu, ia kembali ke Indonesia untuk memperkuat Bhayangkara FC setelah sempat mengalami cedera.
Di klub inilah, Spaso meraih gelar liga Indonesia untuk pertama kalinya sekaligus mewujudkan salah satu keinginannya, yaitu mendapat status sebagai warga negara Indonesia.