Pada kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 2017 lalu, sejatinya ada salah satu komponen yang bernama Technical Study Group (TSG) yang dibentuk atas dasar kerjasama antara PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga. Namun, dalam perkembangannya, tak banyak yang paham dan tahu tentang keberadaan tim ini, padahal, selama bergulirnya kompetisi, peran TSG cukup besar.
Berdasarkan rilis yang diterima INDOSPORT, tim TSG sejatinya bertugas untuk memetakan tentang perkembangan sepakbola Indonesia. Intinya, tim ini mengamati hal-hal yang berkaitan dengan keberagaman teknis peserta kompetisi secara menyeluruh dan kemudian dilaporkan secara detail dan lengkap.
Tak hanya itu, tim TSG juga memilah dan membuat daftar yang terperinci terkait pemain-pemain yang potensial di kompetisi Liga 1 2017 untuk kemudian diserahkan ke PSSI sebagai bahan pertimbangan bagi tim pelatih sebelum memanggil nama-nama yang diproyeksikan ke Timnas Indonesia.
"Bagaimana pun kami harus berhubungan langsung dengan PSSI dan timnas. Kami harus memberikan gambaran yang kongret ke manajemen timnas," jelas salah satu anggota tim TSG yang juga Direktur Teknik PSSI, Danurwindo.
"Tugas inti kami adalah menjelaskan secara terperinci perkembangan sepakbola Indonesia. Terutama yang terjadi di Liga 1 2017. Kami melakukan evaluasi dan kemudian menginformasikan keberagaman yang ada dan sumbangsihnya untuk Timnas,” tambahnya.
DanurwindoPada Liga 1 2017, tim TSG diisi oleh sejumlah nama yang merupakan tokoh-tokoh yang sudah lama malang melintang di sepakbola nasional, seperti Danurwindo, pelatih berpengalaman, Mundari Karya dan Sudirman, dan praktisi sepakbola, Ganesha Putera.
Pasca Liga 1 2017 selesai, tim TSG telah membuat laporan secara tertulis dalam bentuk buku setebal 44 halaman yang berisikan materi mengenai tren taktikal di Liga 1, profil tim empat besar, dan statistik kompetisi secara keseluruhan. Diharapkan laporan itu menjadi landasan bagi pengelola liga, klub dan PSSI untuk membangun sepakbola yang lebih baik di musim baru nanti.
"Kami berharap dari laporan itu, klub bisa melihat dan mengevaluasi apa yang dilakukan sepanjang musim lalu. Kemudian bisa mengambil manfaat penting dari apa yang tersajikan di buku laporan tersebut," tutup Danurwindo.