Legenda sepakbola Inggris, David Beckham memanfaatkan kepopulerannya untuk hal positif. Beckham ikut serta dalam upaya untuk menyegarkan kembali ingatan kita akan perang melawan malaria dengan slogan "Malaria must die - so millions can live" (" Malaria harus mati - sehingga jutaan orang dapat hidup").
Mantan kapten Timnas Inggris tersebut bergabung dalam sebuah kampanye bernama Malaria No More UK, sebuah badan amal Inggris, untuk membintangi sebuah film pendek. Dalam film pendek tersebut, Beckham dikurung dalam sebuah kotak kaca dan diserbu oleh nyamuk. Aksi ini mengacu pada cara malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk pengisap darah.
- Pelatih Papan Atas Liga Inggris: VAR Akan Membunuh Sepakbola
- Mohamed Salah Diyakini Bisa Cetak 100 Gol di Liga Primer Inggris
- Petinggi Liga Primer Inggris Pertimbangkan Libur Musim Dingin
- Legenda Timnas Inggris Sebut Mahrez Seperti Anak Kecil
- Bos Timnas Inggris Belajar dari Super Bowl untuk Piala Dunia
"Serangga (nyamuk) ini meresahkan di tempat-tempat seperti di Inggris, namun di banyak belahan dunia ada gigitan nyamuk yang mengerikan dan mematikan," kata Beckham.
Meskipun berhasil ditanggulangi dalam beberapa tahun terakhir, malaria terus membunuh sekitar 445.000 orang per tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Ini sama sekali tidak dapat diterima," kata suami Victoria Beckham yang juga merupakan anggota dewan kepemimpinan Malaria No More UK dan Duta Goodwill untuk badan anak-anak PBB, Unicef.
Mantan pemain Manchester United, yang pensiun dari lapangan hijau pada 2013 itu saat ini menjadi selebrti global. Selama karirnya ia bermain sebagai gelandang untuk klub papan atas termasuk Manchester United dan Real Madrid.
Kampanye "Malaria harus mati" terutama difokuskan pada menekan para pemimpin negara-negara di Commonwealth, kelompok ngeaa beranggotakan 52 orang termasuk Inggris dan sebagian besar bekas koloninya, untuk mengadopsi kebijakan yang bertujuan untuk menghilangkan penyakit ini.
David Beckham resmi miliki klub sepakbola baruWHO tahun lalu memperingatkan bahwa kemajuan dalam memerangi malaria telah terhenti di tengah minimnya pendanaan untuk memerangi dan menurunnya ancaman akibat penyakit ini.
Dalam Laporan World Malaria Report, WHO mengatakan bahwa malaria menginfeksi sekitar 216 juta orang di 91 negara pada tahun 2016, meningkat lima juta kasus dari tahun sebelumnya.