Bola Internasional

Alasan Kenapa Tim Eropa Merajai Semifinal Piala Dunia 2018

Senin, 9 Juli 2018 15:31 WIB
Penulis: Yasmin Rasidi | Editor:
© Getty Images
Eskpresi kekecewaan Neymar di laga Brasil vs Belgia Copyright: © Getty Images
Eskpresi kekecewaan Neymar di laga Brasil vs Belgia

Piala Dunia 2018 di Rusia kian mendekati akhir. Empat tim Eropa berlaga di empat besar untuk memperebutkan tempat di final. Babak semifinal sendiri akan dimulai pada Rabu (11/07/18) dini hari WIB dan Kamis (12/07/18) dini hari WIB.

Dalam partai semifinal tersebut, nantinya partai pertama akan mempertemukan Prancis melawan Belgia, lalu Inggris berhadapan dengan Kroasia.

Sejak Piala Dunia 2006, inilah semifinal Piala Dunia yang didominasi tim Eropa. Mungkin agak diluar dugaan bahwa Argentina dengan kehebatan Lionel Messi tertatih-tatih untuk lolos ke 16 besar dengan mengalami kalah 0-3 atas Kroasia.

TOP 5 NEWS INDOSPORT: PUTERA MENPORA KENA BOGEM, KETUA PSSI JADI GUBERNUR

Sementara di babak 16 besar sendiri, Albiceleste harus mengakui keunggulan Prancis lewat drama tujuh gol 3-4.

Lalu Brasil yang digadang-gadang bakal juara keenam kali, malah kalah 1-2 atas Belgia dengan generasi emasnya. Prestasi terbaik Belgia di Piala Dunia adalah empat besar di tahun 1986.

Dengan pemain-pemain seperti Eden Hazard, Marouane Fellaini, Romelu Lukaku dan kolega, The Red Devils diharapkan bisa mengulangi prestasi 32 tahun lalu (bahkan bisa saja lebih).

Dan ini berarti Eropa akan menjadi juara Piala Dunia empat kali beruntun setelah Brasil juara dunia tahun 2002. Empat tahun setelah Brasil menjadi kampiun, juara berikutnya adalah Italia (2006), Spanyol (2010), dan Jerman (2014).

Sebelumnya ada Jerman, jawara Piala Dunia 2014 sekaligus menjadi tim eropa pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia di tanah Amerika Latin.

© INDOSPORT.com
Kroasia merayakan kemenangan lewat drama adu penalti melawan Rusia di Piala Dunia 2018. Copyright: INDOSPORT.comKroasia merayakan kemenangan lewat drama adu penalti melawan Rusia di Piala Dunia 2018.

Lalu, mengapa Eropa mendominasi di Piala Dunia 2018 ini? Menurut Sports Illustrated, uang memegang peranan.

Sepakbola zaman ini adalah industri dan bisnis. Musim 2016/2017, 20 klub Liga Primer Inggris pendapatannya mencapai 6 miliar dolar AS dari hak siar.

Belum lagi dari sejumlah kompetisi yang diikuti. Uang ini digunakan para klub dan federasi untuk membangun sepakbolanya.

Pengaruh dari luar Eropa juga mempengaruhi. Para pemain-pemain Amerika Latin dan Afrika yang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik direkrut klub-klub Eropa dan dibina. Dan ini secara tidak langsung memengaruhi tim-tim Eropa.

© INDOSPORT
Harry Kane melepaskan tendangan penalti dalam laga Inggris vs Panama di Piala Dunia 2018. Copyright: INDOSPORTHarry Kane melepaskan tendangan penalti dalam laga Inggris vs Panama di Piala Dunia 2018.

Kemudian, taktik. Bisa dibilang ini Piala Dunianya bola mati, penalti, dan gol bunuh diri. Inggris, contohnya. Delapan dari 11 gol yang mereka cetak datang dari bola mati.

Dulu penonton terbiasa dengan penguasaan bola serta oper-operan seperti tiki-taka. Ternyata, bermain indah tidak menjamin kemenangan, bukan?

Enam tim dengan penguasaan bola tertinggi di Rusia, justru harus pulang lebih awal seperti diberitakan TruMediaNetworks. Uniknya, Kroasia, Inggris, Prancis, dan Belgia berada di urutan tujuh hingga sepuluh dalam hal penguasaan bola dari 32 tim yang ada.

© INDOSPORT
Harry Maguire menjadi pembuka keran gol bagi Inggris saat melawan Swedia. Copyright: INDOSPORTHarry Maguire menjadi pembuka keran gol bagi Inggris saat melawan Swedia.

Di sembilan kejuaraan terakhir, tim-tim Eropa bisa lolos fase grup dengan penguasaan bola kurang dari 45 persen. Laga Brasil melawan Belgia menjadi bukti bahwa penguasaan bola tidak selalu berakhir kemenangan.

Brasil menguasai bola lebih dari 60 persen, sementara Belgia sekitar 30 persen lebih. Tetapi tim asuhan Roberto Martinez lebih efektif dalam memanfaatkan peluang melalui serangan balik dan memenangkan pertandingan.

Melihat penjabaran di atas, akan sangat menarik untuk ditunggu laga semifinal Piala Dunia 2018 kali ini, mengingat keempatnya memiliki rekor perjalanan dengan bola mati yang baik serta penguasaan bola yang minim.