INDOSPORT.COM - Deretan sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI, sudah pasti merugikan Arema FC. Lantaran diharuskan bertanding tanpa penonton hingga akhir kompetisi, tim berlogo kepala singa itu pun kehilangan potensi pendapatan hingga milyaran rupiah.
Terbangnya potensi pemasukan itu tak lepas dari tingkat kehadiran Aremania yang selalu memadati tribun Stadion Kanjuruhan Malang, setiap kali Arema FC bertanding. Dan pemandangan itu tidak akan lagi disaksikan dalam lima laga home Arema di sisa kompetisi Liga 1 2018.
Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC sendiri sudah memprediksi atas sanksi yang dijatuhkan. Pasalnya, pelanggaran yang dilakukan Aremania sudah berulang kali terjadi, seperti penyalaan flare dan aksi memasuki lapangan permainan.
"Sanksi sudah pasti dijatuhkan atas pelanggaran. Harusnya Aremania bisa menahan diri, jika mereka sayang kepada klub ini," tandas Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.
Aremania masuk lapangan, ganggu Pugliara dan AlfonsiusTim berjulukan Singo Edan itu pun setidaknya bisa kehilangan potensi pemasukan dari tiket pertandingan, hingga Rp 1,75 Milyar. Nominal itu didapat dari perhitungan tingkat rata-rata kehadiran di kisaran 10 ribu penonton, dikalikan Rp 35 ribu, yang merupakan harga tiket termurah untuk kategori tribun ekonomi.
Berdasarkan asumsi itu, Arema FC akan kehilangan potensi pemasukan Rp 350 juta saat menjamu Bali United pada 20 Oktober nanti. Sementara empat laga home lainnya adalah ketika menjamu PSMS Medan, Perseru Serui, Barito Putera dan Sriwijaya FC.
Tak pelak, situasi yang tak menguntungkan begitu disesalkan Arema FC. Pasalnya, Panpel juga masih harus mengalokasikan anggaran sebagai biaya operasional yang tidak murah, mencapai Rp 200 juta setiap pertandingan.
"Kami tetap mengapresiasi antusiasme Aremania sejauh ini. Tapi, hendaknya mereka juga bisa berperan sesuai kapasitasnya, dan kami kembalikan kepada pihak masing-masing," pungkas Abdul Haris.
Terus Ikuti Berita Sepak Bola Arema FC Lainnya di INDOSPORT