INDOSPORT.COM – Timnas Indonesia U-22 harus bermain di rumput sintetis Stadion Olympic Phnom Penh, Senin (18/02/19), saat melawan Myanmar pada laga perdana kompetisi sepak bola Piala AFF U-22 2019.
Permainan anak asuh Indra Sjafri sedikit terganggu pada awal babak pertama dengan kondisi lapangan yang masih dipenuhi serpihan karet hitam.
Dari kejauhan, lapangan terlihat seperti bergurat dan bergelombang. Selain itu, kondisi cuaca yang terik bisa dikhawatirkan dapat mengganggu fisik pemain Timnas U-22.
Lapangan lapis legit pic.twitter.com/ERsIi97pQ5
— Mohd Lutfi Adrian (@mohdlutfiadrian) February 18, 2019
Kamboja lapangan nya ngeri amat
— Otid (@ditoyorr) February 18, 2019
itu lapangan dilihatnya aja kaga enak, kasihan timnas#TimnasDay
— SAHRIL SIDIK (@sahril78) February 18, 2019
rumput myanmar sintetis toh, saya tahu betul itu bagaimana main siang hari di lapangan sintetis. panas atas bawah
— Denny Indrawijaya (@dennyndra) February 18, 2019
Lapangan yg dipakek ini trnyata sintesis rumputnya pantesan ada kerikil hitam2 kyak lapangan Futsal😅
— I AM THE BOSS (@asrulbonek) February 18, 2019
Buruknya rumput sintesis lapangan Stadion Olympic Phnom Penh tidak lepas dari kritikan pecinta sepak bola Indonesia di media sosial.
Mereka menilai lapangan sintesis yang dimiliki oleh Kamboja kurang berkualitas. Hal tersebut dianggap memperburuk permainan Timnas U-22.