INDOSPORT.COM - Milomir Seslija membeberkan alasan kuatnya dibalik kebijakan untuk tidak menggelar sesi latihan khusus tendangan penalti, jelang menghadapi Bhayangkara FC di babak 8 besar Piala Presiden 2019, Sabtu (30/03/19) nanti.
Menurutnya, lebih baik memaksimalkan skema permainan secara terbuka dalam 90 menit, ketimbang hanya memikirkan soal strategi pada babak adu penalti.
"Mungkin banyak orang bilang, mengapa kami tidak menggelar latihan secara khusus soal tendangan penalti," beber Milomir Seslija pada awak media berita sport.
"Karena mengambil tendangan penalti hanya membutuhkan kepercayaan diri tinggi, dan saya akan memilih pemain sepak bola yang punya kemampuan khusus seperti itu," Head Coach Arema FC itu melanjutkan.
Selama persiapan di Malang, ia lebih memilih untuk menggenjot kesiapan fisik Hamka Hamzah dkk yang dipadu dengan latihan teknik dan simulasi menjalankan skema permainan sepak bola.
Tendangan penalti dilakukan secara bebas oleh siapa pun pemain, ketika sesi latihan memasuki tahap akhir dan bersifat fun.
"Semua kemungkinan masih sangat terbuka. Kami berusaha menang dalam 90 menit, karena setiap pemain akan kelelahan ketika masuk babak penalti," tandasnya.
Kemungkinan mengakhiri pertandingan lewat babak adu penalti memang sangat terbuka, mengingat laga melawan Bhayangkara FC hanya berlangsung secara single match alias satu kali pertandingan sepak bola.
Pada regulasi Piala Presiden 2019, tim pemenang akan ditentukan pada babak adu penalti tanpa melalui 2x15 menit babak perpanjangan waktu, jika skor sama kuat sepanjang 90 menit pertandingan.
Terus Ikuti Berita Sepak Bola Indonesia Lainnya di INDOSPORT.COM