Liga Indonesia

Optimistis, Persiraja Siapkan Antisipasi Senjata Mematikan Persik Kediri

Jumat, 22 November 2019 13:05 WIB
Editor: Indra Citra Sena
© Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, dalam sesi jumpa pers menjelang laga Liga 2. Copyright: © Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo, dalam sesi jumpa pers menjelang laga Liga 2.

INDOSPORT.COM - Persiraja Banda Aceh sangat percaya diri penuh menatap  semifinal Liga 2 2019 kontra Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (22/11/19). Laskar Rencong sudah mengantisipasi senjata mematikan tim Macan Putih.

Pertemuan kedua tim di semifinal merupakan kejutan. Mitra Kukar lebih diunggulkan lolos ketimbang Persiraja dalam pertarungan babak 8 Besar, sementara Persik malah tak diunggulkan dari awal karena target utama mereka hanya sebatas lolos degradasi.

Dengan berada di semifinal, artinya kedua tim sama-sama punya kualitas. Selain itu, senjata mematikan untuk melumpuhkan lawan juga sudah mereka siapkan, baik Persiraja Banda Aceh maupun Persik Kediri.

Persiraja sudah paham dengan kekuatan Persik. Meski baru kali pertama bertemu, mereka kerap menyaksikan lawannya bertanding sehingga senjata mematikan Persik sudah dikantongi, apa lagi kalau bukan situasi bola mati.

"Kami sudah persiapkan dalam latihan. Kami antisipasi set piece Persik Kediri. Mereka punya pemain dengan kemampuan eksekusi sangat baik. Kami juga mengingatkan pemain agar tidak membuat pelanggaran konyol," ucap pelatih Persiraja, Hendri Susilo, Kamis (21/11/19).

Hendri Susilo menuturkan, kondisi timnya saat ini sangat bagus. Dari pengamatan dalam latihan, seluruh pemain menunjukkan semangat dan motivasi yang sangat tinggi.

"Insha Allah apa yang diinginkan oleh Persiraja Banda Aceh dan segenap masyarakat Aceh akan tercapai di semifinal nanti," tukas Hendri Susilo.

Sekadar mengingatkan, semifinal Liga 2 merupakan fase krusial penentu kelolosan ke Liga 1 2020 alias promosi. Hanya satu dari empat peserta yang nantinya gagal mewujudkan mimpi tampil di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.