Liga Inggris

Takluk dari Liverpool, Pelatih Leicester: Mereka Sulit Dihentikan

Jumat, 27 Desember 2019 15:54 WIB
Penulis: Zulfikar Pamungkas | Editor: Lanjar Wiratri
© Football 365
Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers, menyebut Liverpool akan sulit dihentikan untuk meraih gelar juara Liga Inggris Copyright: © Football 365
Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers, menyebut Liverpool akan sulit dihentikan untuk meraih gelar juara Liga Inggris

INDOSPORT.COM - Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers, menyebut bahwa tak ada yang mampu menghentikan Liverpool usai anak asuhnya dibantai dikandang dengan skor 0-4.

Melansir dari FourFourTwo, Rodgers mengakui bahwa mantan tim yang pernah ia latih tersebut memiliki cukup pemain berpengalaman dan kualitas untuk tetap fokus dan memenangkan segala pertandingan.

"Mereka (Liverpool) memiliki cukup pemain yang berpengalaman dan berkualitas untuk tetap fokus dan menyelesaikan pekerjaannya," ucap Rodger.

Atas alasan tersebut Brendan Rodgers menyebut Liverpool akan sulit dihentikan dalam perjalanannya menjadi juara Liga Inggris. Bahkan Leicester City yang notabene tim terdekat The Reds di tabel klasemen harus menahan malu di kandang.

"Mereka (Liverpool) akan benar-benar sulit dihentikan. Tak ada keraguan untuk itu. Mereka tim fantastis dengan kepercayaan tinggi. Mereka telah menjadi pemenang saat ini," lanjutnya.

Leicester sendiri menjadi salah satu tim terdekat dengan Liverpool di tabel klasemen. Namun, kekalahan yang The Foxes derita menambah jarak poin antara keduanya dari yang sebelumnya 10 poin menjadi 13 poin.

Liverpool berhasil mengunci tiga poin di King Power Stadium berkat dua gol Roberto Firmino dan masing-masing satu gol dari James Milner serta Trent Alexander-Arnold. Dengan kemenangan tersebut, peluang The Reds menjuarai Liga Inggris 2019-2020 terbuka lebar.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%