Liga Indonesia

Lawan Virus Corona. Eks Pelatih Timnas Indonesia U-19 Sampaikan Pesan Berkelas

Jumat, 20 Maret 2020 00:56 WIB
Penulis: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Fitra Herdian Ariestianto/INDOSPORT
Eks pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, sampaikan pesan berkelas untuk melawan virus corona. Copyright: © Fitra Herdian Ariestianto/INDOSPORT
Eks pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, sampaikan pesan berkelas untuk melawan virus corona.

INDOSPORT.COM - Gara-gara wabah virus corona terus meluas di tanah air, eks pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, memberikan pesan berkelas.

Lewat akun Instagram, Fakhri Husaini memberikan dukungan kepada tenaga medis supaya terus tidak kenal lelah dalam membantu pasien yang terpapar virus corona.

Pelatih yang sukses membawa Bagus Kahfi dan kawan-kawan lolos ke Piala Asia U-19 2020 ini juga mengimbau kepada masyarakat supaya mau patuh terhadap aturan pemerintah.

"Doa kami kepada seluruh petugas medis yang saat ini juga bekerja tanpa kenal lelah, penuh resiko, tidak kenal waktu, berkorban tenaga, pikiran bahkan nyawa, semoga Allah memberikan kesabaran, kesehatan, kekuatan lahir bathin, dan semua yang dilakukan tercatat sebagai amal ibadah, menjadi jalan menuju surga Allah,"

"Kepada korban Covid-19, tetap semangat, selalu optimis, patuhi arahan tim medis, tingkatkan ibadah, perbanyak doa, Insya Allah sembuh," tulisnya.

Diketahui saat ini Fakhri Husaini sudah tidak bekerja lagi bersama Timnas Indonesia semenjak datangnya Shin Tae-yong.

Meski begitu, Fakhri Husaini selalu memantau perkembangan sepak bola Indonesia dan memberikan dukungan kepada mantan anak asuhnya.

Sementara itu, kompetisi sepak bola Indonesia saat ini sedang mengalami kelumpuhan karena adanya wabah virus corona.

Update terbaru Kamis (19/3/2020) malam, sudah ada total 309 pasien positif virus corona di Indonesia.

Kemudian angka kematian bertambah dari yang sebelumnya 19 orang menjadi 25 orang. Angka ini menjadi yang terbesar di wilayah Asia Tenggara.