Liga Spanyol

Berdarah Asia, Ini Legenda 'Kembaran' Messi di Barcelona

Senin, 30 Maret 2020 15:15 WIB
Penulis: I Made Dwi Kardiasa | Editor: Lanjar Wiratri
© FC Barcelona
Lionel Messi dikenal mendunia sebagai pesepak bola ternama, namun sang bintang rupanya memiliki sosok pendahulu yang mirip berdarah Asia di Barcelona. Copyright: © FC Barcelona
Lionel Messi dikenal mendunia sebagai pesepak bola ternama, namun sang bintang rupanya memiliki sosok pendahulu yang mirip berdarah Asia di Barcelona.

INDOSPORT.COM - Siapa yang tak kenal Lionel Messi? Megabintang ini telah mendunia sebagai pesepak bola ternama. Akan tetapi sang bintang rupanya memiliki sosok pendahulu, yakni pesepak bola berdarah Asia di masa sebelumnya yang juga bergabung raksasa LaLiga Spanyol, Barcelona.

Dialah Paulino Alcantara, pemain berdarah campuran Filipina dan Spanyol yang dianggap sebagai pemain sejati Barcelona pada tahun 1912 silam ketika berusia 15 tahun, empat bulan dan 18 hari. Siapakah pemain yang dianggap sebagai pemain terbaik pendahulu Messi ini?

Dilansir laman berita SCMP, Alcantara lahir dari ibu berkebangsaan Filipina dan seorang perwira tentara asal Spanyol. Walaupun saat itu orang tuanya memaksa untuk turun ke medan perang sebagai tentara, dirinya memiliki bakat sepak bola alami.

Keluarganya kemudian sempat tinggal di Negeri Matador, sebelum akhirnya Barcelona melihat potensi gemilang Alcantara ketika berada di lapangan hijau. Tepat ketika melakukan debut bersama Blaugrana, sang bintang mampu mencetak hattrick kala sukses kandaskan Catala SC dengan skor 9-0, pada 1912 silam.

Hebatnya lagi Alcantara mampu mencetak prestasi itu saat baru menginjak usia 15 tahun. Dalam situs klub resmi pun mengakui jika pemain yang memiliki darah salah satu negara di Asia ini talenta berbakat pada masanya.

Tak hanya mampu memecahkan rekor sebagai pemain termuda Barcelona yang sukses mencetak gol, Alcantara juga mampu mencatatkan pemain Asia pertama yang merumput di kancah sepak bola Eropa. Benar saja tidak berselang lama dirinya mampu persembahkan Copa del Rey dan Championat de Catalunya tahun 1913.

Meski sempat kembali ke rumah asal ibunda dan sukses menangkan Timnas Filipina atas Jepang dengan skor 15-2, Alcantara akhirnya balik lagi ke Barcelona. Bersama para legenda yakni Josep Samiter, Ricardo Zamora, dan Emilio Sagi, dirinya sukses membuka era emas Barcelona tahun 1919.

Sukses persembahkan 17 gelar juara bagi Barcelona, akhirnya Alcantara malah harus gantung sepatu di usia 31 tahun karena mengejar impian sebagai dokter pada Juli 1927. Seolah mengulang sejarah, sosok pemain legendaris ini pun menurun ke Messi.

Saat masih berusia 16 tahun, Messi sukses memukau ketika menjalani debut perdana bareng Barcelona lawan Porto di laga persahabatan. Selang beberapa tahun usai performa gemilang itu La Pulga juga mampu menyamai rekor Alcantara yang bertahan selama nyaris 90 tahun setelah mencetak torehan 369 gol.

Demi menghormati Alcatara, Messi bahkan sempat mengenakan jersey khusus striker berdarah Filipina tersebut pada tahun 2014. Sang legenda sendiri telah meninggal di usia 67 tahun dan dimakamkan di Barcelona, Spanyol 1964.