Liga Inggris

Jamie Carragher Ogah Jadi Pelatih Gara-gara 1 Orang di Liverpool

Senin, 30 Maret 2020 03:55 WIB
Penulis: Yosef Bayu Anangga | Editor: Prio Hari Kristanto
© Sky Sports
Bek legendaris Liverpool, Jamie Carragher, mengungkapkan alasan mengapa ia tidak melanjutkan karier sebagai manajer setelah pensiun sebagai pemain. Copyright: © Sky Sports
Bek legendaris Liverpool, Jamie Carragher, mengungkapkan alasan mengapa ia tidak melanjutkan karier sebagai manajer setelah pensiun sebagai pemain.

INDOSPORT.COM – Bek legendaris Liverpool, Jamie Carragher, mengungkapkan alasan mengapa ia tidak melanjutkan karier sebagai manajer setelah pensiun sebagai pemain. Rupanya, hal itu disebabkan oleh salah satu manajer Liverpool, Gerard Houllier.

Ketika pensiun dari dunia sepak bola pada musim 2012/2013 setelah mencatatkan lebih dari 700 penampilan bersama Liverpool, Jamie Carragher sempat digadang-gadang akan memasuki dunia kepelatihan dan kemudian menjadi manajer.

Namun, tak seperti mantan rekannya di Liverpool, Steven Gerrard, serta mantan rekannya di Timnas Inggris, Frank Lampard, yang kini telah resmi menjadi manajer, Jamie Carragher menyebut bahwa ia memang tak punya rencana untuk beralih ke dunia kepelatihan.

Meski demikian, publik tetap terkejut mengapa pemain dengan kualitas kepemimpinan seperti Carragher yang telah meraih 11 gelar bersama The Reds lebih memilih menjadi komentator alih-alih manajer.

“Jika Anda bertanya kepada saya ketika saya berusia dua puluhan, saya pasti akan mengatakan saya ingin menjadi manajer (pelatih). Beberapa mantan pelatih pun meyakini itulah yang akan terjadi.”

“Namun ketika saya semakin mendekati masa akhir karier saya sebagai pemain, saya mulai mencari lebih banyak kekurangan dari menjadi manajer, dan pilihan-pilihan lain yang bisa saya ambil. Kini, sebagian diri saya merasa memang saya lebih baik menghindari dunia manajerial.”

Lebih lanjut, Carragher menyebut ucapan dari salah satu manajer Liverpool, Gerard Houllier, yang membuatnya mengambil keputusan untuk tidak menjadi manajer.

“Saya ingat Gerard Houllier pernah berkata bahwa dalam dunia manajer, Anda beruntung jika bisa memiliki 10 momen yang bisa Anda kenang dengan penuh kekaguman.”

“Sebagai manajer, akan sangat sulit mengumpulkan momen bagus sebanyak itu dan ada terlalu banyak percekcokan dan tekanan di sepanjang perjalanan. Anda hanya bisa menunggu momen seperti itu di akhir musim. Mungkin sebuah trofi, atau promosi, atau apa saja. Pada sebagian besar waktu, momen-momen seperti itu tak pernah terjadi.”

“Saya tidak yakin saya cocok untuk pekerjaan seperti itu,” katanya.

Eks klub Carragher, Liverpool, saat ini tengah dalam kegamangan. Setelah mampu tampil impresif di hampir sepanjang  gelaran Liga Inggris musim ini, The Reds terancam kehilangan trofi domestik karena pandemi virus corona

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%