Liga Spanyol

Corona Bisa Ganggu Mental Pemain, LaLiga Tekankan Pentingnya Psikolog

Rabu, 1 April 2020 13:38 WIB
Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© INDOSPORT
Kasta tertinggi sepak bola di Spanyol, LaLiga memperhatikan kesehatan mental di tengah pandemi virus Corona. Copyright: © INDOSPORT
Kasta tertinggi sepak bola di Spanyol, LaLiga memperhatikan kesehatan mental di tengah pandemi virus Corona.

INDOSPORT.COM - Kasta tertinggi sepak bola di Spanyol, LaLiga memperhatikan kesehatan mental di tengah pandemi virus Corona. Departemen psikologi klub membekalkan para pemain untuk dapat mengelola situasi saat ini.

Psikolog dari Athletic Bilbao, Levante UD, Sevilla FC, dan Real Valladolid. menjelaskan pesepak bola dilatih untuk menjalani karantina dan bagaimana hal tersebut juga bisa membantu orang Iain.

Seperti rilis dari LaLiga yang INDOSPORT terima, himbauan yang diberikan dari masing-masing koordinator psikologi klub, pemain harus tetap menjaga rutinitas, menjalani aktivitas sehari-hari, dan berlatih untuk terus menjaga kondisi terbaik ketika kompetisi kembali.

"Tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kompetisi, tidak tahu kapan itu bisa dilanjutkan atau apakah tujuan yang ditetapkan pada awal musim dapat dipenuhi sangat sulit bagi para pemain," ujar Lander Hernéndez, sebagai kepala departemen psikologi dan pelatihan di Real Valladolid CF.

Dalam situasi dilema, hal seperti ini merupakan tantangan yang signifikan bagi para pemain, mereka agak lebih siap menjalani kondisi saat ini, mengingat terbiasa dengan rutinitas dan jadwal yang padat.

"Meskipun mereka berlatih di rumah sekarang, jika staf pelatih tidak terus memberikan pelatihan ini, maka pemain mungkin tidak dapat beristirahat secara mental. Ini dapat mempengaruhi pola tidur, di antara banyak masalah lain" kata Juan Miguel Bernat dari departemen psikologi Levante UD.

Ia juga menambahkan pentingnya bagi tim teknis untuk memberikan latihan kognitif bagi para pemain, misalnya, analisis musim mereka, aspek apa saja yang dapat ditingkatkan, atau studi tentang tim Iawan.

Selama masa karantina sendiri setiap klub mengedukasi pemain untuk mengatasi kecemasan dan depresi. Dengan cara yang berbeda-beda, klub fokus mengirimkan informasi yang jelas tentang kunci psikologis, studi, rutinitas, atau nutrisi.

Athletic Bilbao misalnya, mengirim materi tentang hal-hal tersebut ke semua pemain dan pelatih di semua area klub, serta membuka platform digital kepada mereka.

Sevilla FC telah mengembangkan korespondensi untuk disebarluaskan di antara para pemain, staf dan keluarga mereka, di mana rekomendasi diberikan untuk membantu mengelola karantina.

Levante UD juga mengadakan pertemuan individu dengan para pemain sebagai hal rutin. Selama periode ini, pertemuan pelatihan kesehatan mental diselenggarakan melalui konferensi video.

Di Real Valladolid CF, tim termuda di LaLiga, memfasilitasi dengan baik rumah sakit, polisi atau personel militer untuk memenuhi tantangan mereka sendiri.

Penulis: Monicha Septhyara

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%