INDOSPORT.COM - Bermain dengan tim promosi Liga 1 2020, Persiraja Banda Aceh, merupakan pengalaman pertama bagi pemain asing Asia, Samir Ayass, bermain di Indonesia.
Sebab pemain Timnas Lebanon ini sepanjang karier sepak bolanya lebih banyak merumput di Eropa, terutama di klub-klub asal kelahirannya di Bulgaria.
Setelah didatangkan, pemain berusia 29 tahun itu menjalani debutnya main di Indonesia saat Persiraja menjamu Bhayangkara FC di Stadion Harapan Bangsa, pada laga pekan pertama Liga 1 , akhir Februari lalu.
Meski hanya bermain sekitar 10 menit di laga pertama tersebut, di dua laga selanjutnya ia dipercaya sang pelatih Hendri Susilo mendapat menit bermain lebih banyak saat Persiraja bertandang ke markas Madura United dan Persik Kediri.
Setelah melakoni tiga laga tersebut, eks pemain Timnas U-21 Bulgaria ini sedikit bercerita pengalamannya bermain di Indonesia. Ia menyebut kompetisi di Indonesia cukup baik.
"Levelnya bagus. Ada pemain asing yang baik dari Brasil, ada pemain dari Eropa, yang dapat meningkatkan level sepak bola di Indonesia. Selain itu ada pemain yang baik dari daerah setempat (Persiraja)," kata Samir Ayass, seperti dikutip INDOSPORT dari bnr.bg, Minggu (26/4/20).
Tak hanya itu, ia juga menyebut kompetisi di Indonesia juga dihentikan sementara sama halnya seperti di Eropa. Hal ini tak lain karena dampak dari pandemi virus Corona yang juga tengah melanda Indonesia.
Akibat pandemi Covid-19 ini, eks pemain CSKA Sofia ini memilih tetap bertahan di Indonesia, tepatnya di Bali, daripada kembali pulang ke Bulgaria ataupun Lebanon.
"Sekarang kita semua menunggu keputusan apa yang akan dibuat untuk kejuaraan. Belum ada yang tahu (kompetisi bergulir lagi). Itu harus keluar informasi resmi dari federasi," ucapnya.
"Tidak ada kepanikan di Indonesia seperti di Eropa. Saya bebas di Bali sekarang. Anda bisa pergi ke luar (rumah), tapi tak bisa ke pantai karena ditutup," pungkasnya.