Liga Indonesia

3 Orang Gila Bola yang Namanya Jadi Turnamen Bergengsi di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2020 11:47 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© INDOSPORT/Istimewa
Mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso dan beberapa tokoh lain, memberikan sumbangsih ke sepak bola Indonesia lewat turnamen yang menggunakan nama mereka sendiri. Copyright: © INDOSPORT/Istimewa
Mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso dan beberapa tokoh lain, memberikan sumbangsih ke sepak bola Indonesia lewat turnamen yang menggunakan nama mereka sendiri.

INDOSPORT.COM – Mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso dan beberapa tokoh lain memberikan sumbangsih ke sepak bola Indonesia lewat turnamen yang menggunakan nama mereka sendiri.

Sebagai olahraga terpopuler di Indonesia, tentu sudah tak terhitung lagi berapa orang yang begitu menggilai sepak bola. Namun, di antara banyaknya orang yang menggilai sepak bola. Muncul pula segelintir orang yang dengan kemampuan lebihnya, rela memberikan sumbangsih luar biasa dengan menggulirkan turnamen yang menggunakan nama mereka sendiri.

Bukan hanya sekadar tunamen biasa, bahkan pada masanya turnamen yang mereka gulirkan mampu menarik animo luar biasa. Hingga menjadi turnamen yang cukup bergengsi di level nasional bahkan internasional.

Siapa saja orang gila bola tersebut dan apa turnamennya, berikut INDOSPORT merangkumkan tiga di antaranya

Sutiyoso

Gubernur DKI Jakarta 1997-2007, Sutiyoso menjadi salah satu orang gila bola di Indonesia yang punya ide menggelar sebuah turnamen pra musim dengan menggunakan namanya.

Dengan tajuk Piala Emas Bang Yos, Sutiyoso menggunakan sapaan akrabnya itu untuk turnamen yang mulai dihelat pada tahun 20003 silam.

Menurut Sutiyoso, Piala Emas Bang Yos dilahirkan sebagai ajang untuk para kontestan mempersiapkan klub sebelum kompetisi resmi bergulir. Kalau melihat fenomena kekinian itu seperti Piala Presiden.

"Ada masa jeda, ya dan dulu liga itu tertib sekali. November selalu selesai. Kemudian, ada fase Desember sampai Januari mau digulirkan lagi kan. Nah inilah kesempatan untuk uji coba di sini. Dan Piala Emas Bang Yos ini asyik betul," kata Sutiyoso saat berbincang dengan INDOSPORT.

Sayangnya memang dengan gengsi yang cukup tinggi, Piala Emas Bang Yos hanya bertahan dalam empat edisi, dari tahun 2003 hingga terakhir d tahun 2006.

Untuk gelar juara. Hanya dua tim yang berhasil membawa pulang Piala Emas Bang Yos. Satu Persija Jakarta pada edisi pertama dan tiga edisi berikutnya di borong PSMS Medan.

Marah Halim Harahap

Piala Marah Halim adalah sebuah turnamen yang muncul berkat ide sosok gila bola bernama Marah Halim Harahap. Saat itu, Marah Halim merupakan orang yang sangat peduli akan kemajuan sepak bola di Tanah Air, khususnya di Kota Medan, tempat dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara sejak tahun 1967 hingga 1978.

Didukung jabatannya sebagai orang nomor satu Sumatera Utara, Marah Halim kemudian menggelar Piala Marah Halim pertama pada tahun 1972.

Saat itu, delapan tim terbaik era Perserikatan ambil bagian. Mulai dari PSMS Medan, Persema Malang, dan PSM Makassar di Grup A. Lalu ada Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Persib Bandung di Grup B.

Di edisi berikut-berikutnya, Piala Marah Halim bahkan diikuti oleh tim-tim dari luar negeri. Mulai dari Thailand, Jepang, Australia hingga tim-tim dari Negara Eropa.

Saking bergengsinya saat itu, Piala Marah Halim bahkan sempat mendapatkan pengakuan dari FIFA sebagai turnamen internasional resmi yang masuk agenda mereka.

Terus bergulir setiap tahunnya hingga memasuki 1991, Piala Marah Halim akhirnya mulai mengalami penurunan pamor, pasca tak lagi menjabatnya Marah Halim sebagai Gubernur Sumatera Utara. Hingga turnamen itu pun sempat vakum panjang dan hanya sekali di tahun 1995 sempat diselenggarakan.

Hingga kini, sampai akhirnya Marah Halim berpulang ke Yang Kuasa di tahun 2015, Piala Marah Halim tak pernah lagi hadir dilaksanakan. Meski sebenarnya di tahun 2015 itu, Piala Marah Halim sempat ingin digelar kembali.

Andi Mohammad Jusuf Amir

Berikutnya ada Panglima Kodam XIV/Hasanuddin tahun 1959, Andi Mohammad Jusuf Amir. Sosok kelahiran 23 Juni 1928 itu memang terkenal sebagai sosok yang sangat gila bola. Hingga membuatnya terfikirkan untuk menghelat turnamen Piala Jusuf pada tahun 1964.

Saat itu, M. Jusuf menilai sepak bola bisa jadi ajang pemersatu bangsa di tengah kondisi politik yang belum cukup stabil, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan tempatnya menjabat kala itu.

Sama seperti di dua turnamen sebelumnya, gengsi Piala Jusuf saat itu juga sangat luar biasa. Di mana hampir seluruh tim terbaik era Perserikatan ambil bagian di dalamnya.

Selain itu, beberapa perwakilan negara tetangga juga pernah meramaikan gelaran Piala Jusuf, yang gelarannya tak rutin setiap satu tahun sekali.

Sejak pertama kali di gelar tahun 1964 itu, hingga kini Piala Jusuf telah 12 kali diselenggarakan. Terakhir di tahun 2007 silam, Piala Jusuf sempat dilaksanakan dengan Persita Tangerang sebagai juara. Setelah vakum cukup lama, sejak gelaran sebelumnya di tahun 1984 dan 1999.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%