Bola Internasional

Untung Rugi Timnas Indonesia Naturalisasi Gelandang Kanada Thomas Gardner

Rabu, 3 Juni 2020 10:35 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Indra Citra Sena
© GettyImages
Untung atau rugi, salah satunya pasti akan dirasakan Timnas Indonesia, jika nantinya ingin menaturalisasi gelandang jebolan tim top Kanada, Thomas Gardner. Copyright: © GettyImages
Untung atau rugi, salah satunya pasti akan dirasakan Timnas Indonesia, jika nantinya ingin menaturalisasi gelandang jebolan tim top Kanada, Thomas Gardner.

INDOSPORT. COM - Untung atau rugi, salah satunya pasti akan dirasakan timnas Indonesia jika kelak menaturalisasi gelandang jebolan tim top Kanada, Thomas Gardner.

Fenomena pemain keturunan tak henti-hentinya menghampiri jagat sepak bola Indonesia. Teranyar, ada nama Thomas Gardner, yang menurut data Transfermarkt memiliki latar belakang blasteran Indonesia-Kanada.

Fakta tersebut lantas memungkinkan timnas Indonesia untuk melakukan naturalisasi terhadap Thomas Gardner. Peran gelandang berusia 22 tahun itu, mungkin suatu saat nanti dapat menjadi andalan bagi lini tengah Skuat Garuda.

INDOSPORT lantas coba menerka untung rugi yang mungkin dirasakan timnas Indonesia jika nantinya sampai menaturalisasi Thomas Gardner. Mari simak ulasannya berikut.

Keuntungan

Kehadiran Thomas Gardner diyakini bakal memberikan warna baru bagi permainan lini tengah timnas Indonesia. Wajar, dia punya rekam jejak karier mentereng karena pernah membela tim top Kanada, Whitecaps FC 2.

Meski cuma bermain di kasta kedua Liga Amerika Serikat, Whitecaps FC 2 bukanlah tim sembarang. Buktinya, mereka mampu melahirkan bintang yang kini jadi bek kiri andalan Bayern Munchen, Alphonso Davies.

Thomas Gardner pun sempat merasakan bermain satu tim dengan Davies pada gelaran kasta kedua Liga Amerika Serikat edisi 2016. Kala itu, dia tampil 16 kali membela Whitecaps FC 2, sementara Davies 11 kali berlaga.

Artinya, bakat Gardner yang sudah lebih dulu dipoles oleh Whitecaps FC 2, menjanjikan kualitas wahid bagi sektor tengah Timnas Indonesia.

Apalagi Gardner juga tergolong pemain serbabisa, dapat dimainkan di beberapa posisi seperti gelandang serang dan winger kiri, sehingga pasti berguna jika Timnas Indonesia menerapkan rotasi.

Kerugian

Membela tim top Kanada, Whitecaps FC 2, memang menjadi rekam jejak karier hebat bagi Thomas Gardner. Namun harus diakui pula, karier Gardner merosot pasca meninggalkan Whitecaps FC 2 pada awal Januari 2018.

Situs Transfermarkt yang biasanya punya data lengkap saja, kesulitan melacak karier terkini Gardner. Tidak diketahui pasti ke mana Gardner berlabuh pasca hengkang dari Whitecaps FC 2.

Coba ditelusuri lebih jauh, berdasarkan laporan situs Canadian Premier League per tanggal 8 November 2019, Gardner ternyata hijrah menuju tim Liga Premier Kanada, Pacific FC. Dia disebut bermain 16 kali untuk Pacific FC, mencetak lima gol, dan empat assist.

Bahkan ada lagi laporan dari situs Go Thunder Birds, bahwa saat ini Thomas Gardner sebatas bermain di level sepak bola antaruniversitas saja. Ia bermain untuk klub University of British Columbia (UBC) Soccer.

Melihat segala hal itu, Gardner tentu sudah tak terasah lagi kemampuannya oleh level sepak bola tertinggi. Hal tersebut bisa saja memberikan dampak kerugian, jika timnas Indonesia tetap melakukan naturalisasi terhadap Gardner.