Liga Indonesia

Liga 1 Berisiko, Manajemen PSIS Ingin PSSI Pikirkan Kesehatan Pemain

Jumat, 5 Juni 2020 13:54 WIB
Penulis: Alvin Syaptia Pratama | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Ronald Seger/INDOSPORT
Manajer PSIS Semarang, Wahyu Winarto Copyright: © Ronald Seger/INDOSPORT
Manajer PSIS Semarang, Wahyu Winarto

INDOSPORT.COM – Manajemen PSIS Semarang mendesak PSSI untuk memikirkan kesehatan pemain dan seluruh elemen tim apabila Liga 1 2020 jadi dilanjutkan pada Bulan September mendatang.

Menurut Wahyu Winarto selaku General Manager PSIS, PSSI harus hadir apabila ada kemungkinan terburuk komponen tim terpapar Covid-19 usai melakoni pertandingan sepak bola.

“Kalau melihat situasi sekarang kan curvanya belum turun. Terus nanti di Bulan September jika Liga 1 jadi dilanjutkan, kita semua juga belum tahu bagaimana kondisinya. Tetapi kami ingin memastikan dari awal bahwa PSSI siap tanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak inginkan,” ujarnya, Kamis (04/06/20).

“Sebagai contoh jika ada pemain yang kena Covid-19 usai melakoni pertandingan, PSSI harus tanggung jawab untuk biaya pengobatannya dan biaya tes bagi seluruh awak tim karena itu kan saling terkait,” imbuh pria yang akrab disapa Liluk ini.

Manajemen PSIS yang sebetulnya menginginkan home tournament nampaknya masih khawatir apabila Liga 1 2020 dilanjutkan secara home away akan berisiko lebih tinggi terkait penyebaran Covid-19. Namun mereka mengaku akan mengikuti segala keputusan yang dibuat oleh PSSI.

Manajemen PSIS juga berpesan kepada PSSI untuk membuat protokol kesehatan yang cukup ketat apabila Liga 1 2020 jadi dilanjutkan.

Sebagai informasi, PSSI hingga Kamis (04/06/20) sore belum memutuskan terkait nasib kompetisi Liga 1. Pihak induk sepak bola Indonesia ini masih menyusun beberapa aturan yang nantinya akan diterapkan di kompetisi Liga 1 maupun Liga 2.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%