INDOSPORT.COM – Pemain depan PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto mencoba mencari kegian produktif di tengah ketidakpastian kompetisi Liga 1.
Apalagi sudah empat bulan lebih pemain yang kerap disapa Mukri ini beraktifitas di rumah karena manajemen Laskar Mahesa Jenar meliburkan timnya akibat pandemi Covid-19.
Selama berada di rumahnya yang terletak di Sukomangli, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Hari Nur mencoba belajar bercocok tanam dengan metode hidroponik.
Bercocok tanam hidroponik berarti bercocok tanam dengan metode penanaman tanpa menggunakan media tumbuh dari tanah. Ini artinya Hari Nur menanam tanaman dalam air yang mengandung campuran hara.
Top scorer sepanjang masa PSIS Semarang ini mengatakan bahwa tujuannya menanam tumbuhan dengan metode hidroponik supaya mendapatkan ilmu baru di dunia yang sebelumnya ia tidak geluti dan hasilnya bisa bermanfaat untuk orang-orang sekitar rumahnya.
Hari Nur mengaku hasil sayuran yang ia tanam secara hidroponik tidak ia perjualbelikan, namun untuk konsumsi sendiri dan dibagikan dengan tetangga sekitar rumahnya.
"Saya selama kompetisi dihentikan suka menanam hidroponik. Ya belajar menanam hidroponik, tapi cuma untuk di konsumsi sendiri. Kalau mau kangkung saya punya banyak," ujar jebolan PON Jawa Tengah tahun 2012 ini, Rabu (29/07/20).
Kedepannya, Hari Nur akan terus mengembangkan ilmu bercocok tanam hidroponik supaya lebih produktif dan lebih sehat dalam mengkonsumsi makanan untuk ia dan keluarganya. Pasalnya bercocok tanam dengan metode seperti itu tidak memerlukan pestisida.
Selain itu, cuaca di sekitar rumah Hari Nur juga cocok untuk bercocok tanam karena cukup sejuk dan tidak terlalu panas.