Liga Indonesia

Terkait Nasib Liga 1, CEO PSIS: Kami Sama dengan Teman-teman Media

Rabu, 5 Agustus 2020 12:38 WIB
Penulis: Alvin Syaptia Pratama | Editor: Herry Ibrahim
© Alvin SyaptiaINDOSPORT
Yoyok Sukawi saat Memberi Penjelasan di Acara Sarasehan antara Manajemen PSIS dan Snex. Copyright: © Alvin SyaptiaINDOSPORT
Yoyok Sukawi saat Memberi Penjelasan di Acara Sarasehan antara Manajemen PSIS dan Snex.

INDOSPORT.COM – Alamsyah Satyanegara Sukawijaya selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang merasa bahwa pihaknya sama dengan awak media yang terus menanyakan kejelasan kompetisi Liga 1 2020.

Menurut pria yang kerap disapa Yoyok Sukawi ini, pihak manajemen Laskar Mahesa Jenar masih menunggu kejelasan dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi terkait keberlangsungan lanjutan Liga 1 2020.

“Kami ini justru sama dengan teman-teman media. Itu bagaimana kompetisinya, bagaimana protokol kesehatannya secara keseluruhan nanti. Ini terus jadi pertanyaan, jadi kami sebetulnya sama dengan rekan-rekan media karena memang belum ada kepastian,” ujarnya saat ditanya wartawan, Rabu (05/08/20).

Namun Yoyok Sukawi menegaskan bahwa PSIS tetap meminta PT LIB selaku operator kompetisi menanggung seluruh biaya protokol kesehatan jika Liga 1 2020 jadi dilanjutkan.

“Satu hal yang pasti, PSIS tetap minta PT LIB untuk menanggung biaya protokol kesehatan seperti swab test. Kalau itu ditanggungkan ke klub, jujur kami tidak mampu karena mahal,” tandas pria yang juga anggota Komisi X DPR RI ini.

Perlu diketahui bersama, hingga Rabu (05/08/20) siang, PT LIB memang belum memberi kepastian terkait jalannya kompetisi. Hal ini juga menyebabkan PSIS belum melakukan latihan walaupun sudah ada beberapa klub lain seperti Persikabo, Arema FC, dan Bali United yang telah menggelar latihan perdana pasca-libur cukup lama.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%