In-depth

Federico Chiesa Datang, Revolusi Taktik Andrea Pirlo Cuma Seumur Jagung

Selasa, 6 Oktober 2020 10:51 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Twitter @Pirlo_official
Andrea Pirlo dalam rebut perdana sebagai pelatih kepala Juventus di Serie A Italia. Copyright: © Twitter @Pirlo_official
Andrea Pirlo dalam rebut perdana sebagai pelatih kepala Juventus di Serie A Italia.
Adaptasi Taktik Pirlo

Kedatangan Federico Chiesa jelas membuat skuad Juventus makin mewah musim ini. Sebelumnya mereka telah memiliki pemain-pemain seperti Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo, Aaron Ramsey, Leonardo Bonucci, Alvaro Morata, dan lainnya.

Chiesa juga menjadi darah segar bagi Juventus yang rataan umurnya termasuk tua di Serie A Italia. Berinvestasi kepada Chiesa yang musim lalu mencetak 10 gol dan 9 assist adalah jauh dari kata salah.

Namun, bagaimana dengan Pirlo? Apakah ia siap untuk utak-atik strategi lagi?

Pada laga melawan AS Roma yang berakhir 2-2, Andrea Pirlo sudah mulai 'berlatih' kembali menggunakan formasi 4-3-3 yang menjadi trademark Juventus dalam lima musim ke belakang.

Memulai laga dengan 4-4-2, pada prosesnya Juve bermain dengan gaya 4-3-3 di mana Kulusevski menjadi sayap kanan dengan Morata di tengah dan Ronaldo di kiri.

Hasilnya lumayan. Juventus mampu menguasai bola dan mencetak dua gol. Hanya saja, Juventus cuma sedikit menciptakan peluang (8 tembakan).

Mungkin karena AS Roma yang juga bermain disiplin. Dengan formasi 4-3-3, juve mengandalkan serangan dari sisi sayap lebih sering.

Mereka juga mencoba memberikan bola-bola crossing. Kebanyakan bola supply datang dari kanan yang diisi oleh Danilo.

Meski masih canggung, setidaknya rapor Juventus dengan formasi 4-3-3 di bawah Andrea Pirlo tak jelek-jelek amat. Apalagi, di laga lawan Roma Bianconeri sudah kehilangan pemain di menit 60-an.

Dengan stok penyerang sayap melimpah, tak ada alasan bagi Andrea Pirlo untuk tak memanfaatkannya. Saat ini ada empat pemain yang sanggup memainkan peran tersebut dengan baik.

Mereka adalah Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, Dejan Kulusevski dan Federico Chiesa. Pirlo memiliki kebebasan untuk memilih apakah memasang Duet Ronaldo-Chiesa, atau Dybala-Chiesa di dua lini sayap.

Sementara ujung tombak mereka sudah punya Alvaro Morata serta Ronaldo yang bisa juga main sebagai striker.

Diliat dari sisi mana pun, Pirlo tak memiliki opsi lain selain balik menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang belakangan tengah populer dengan mendandalkan kekuatan sayap. Jika tidak, maka investasi 60 juta euro terhadap Chiesa bakal sia-sia musim ini.

Kecuali, jika sang pemain berhalangan atau demi kebutuhan taktik, maka Pirlo bisa bereksperimen dengan formasi lainnya, atau balik ke 3-5-2. Menarik untuk menantikan bagaimana gebrakan Juventus dengan kehadiran Federico Chiesa di Serie A Italia musim ini.