Liga Indonesia

Wasit Turut Terkena Dampak Ditundanya Liga 1 dan Liga 2 2020

Selasa, 6 Oktober 2020 18:27 WIB
Kontributor: Arif Rahman | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© pssi.org
Penundaan kick off lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2 2020, tak hanya berdampak kepada tim peserta saja, namun banyak pihak yang terkena imbasnya termasuk wasit. Copyright: © pssi.org
Penundaan kick off lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2 2020, tak hanya berdampak kepada tim peserta saja, namun banyak pihak yang terkena imbasnya termasuk wasit.

INDOSPORT.COM - Penundaan kick off lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020, tak hanya berdampak kepada tim peserta saja, namun banyak pihak yang terkena imbasnya tidak terkecuali wasit. 

Hal tersebut disampaikan oleh, Oki Dwi Putra, wasit yang sering memimpin pertandingan kompetisi sepak bola di Indonesia. Menurutnya, penundaan tersebut membuatnya harus mempersiapkan kembali program untuk menjaga kebugaran. 

Pasalnya, sebelumnya ia sudah mempersiapkan diri mulai dari fisik hingga mental, untuk kembali memimpin pertandingan kompetisi. Namun, dua hari menjelang kick off Liga 1 2020, Selasa (29/09/2020) PSSI memutuskan untuk menunda kompetisi selama satu bulan, dari Oktober ke November 2020. 

Sebagai informasi, PSSI secara resmi memutuskan untuk menunda kick off lanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020, setelah melakukan koordinasi dengan Kemenpora dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Selasa (29/09/2020). 

PSSI mengambil keputusan tersebut, dua hari menjelang kick off Liga 1 yang sebelumnya akan digelar 1 Oktober 2020. Langkah itu diambil, setelah pihak Kepolisan tidak memberikan izin keramaian, dengan pertimbangan situasi pandemi covid-19 yang terus meningkat. 

"Kalau denger kabar kaya gitu ya kecewa juga, kemudian secara motivasi juga menurun. Karena dengan covid yang beberapa waktu kita berusaha latihan kembali meningkatkan performance, sudah ada signal liga dimulai, secara psikologi dan mental kita sudah siap untuk bertugas kembali," kata Oki, Senin (05/10/2020). 

"Ketika kita sudah kembali dan kabar ditunda, bagi kami itu tsunami untuk kita. Tidak hanya kami yang di wasit tapi saya rasa semua lah, baik pemain atau semua yang menyangkut tentang stakeholder sepak bola," ungkapnya menambahkan. 

Oki menambahkan, sejak dihentikannya kompetisi pada pertengahan Maret lalu, karena pandemi corona atau covid-19 membuat pendapatannya sebagai wasit ikut terhenti. 

"Bagi saya pribadi ini malapetaka buat kita semua, karena ya itulah kita hanya profesional jalankan satu sisi di bidang jasa profesional di wasit," ucapnya.

"Mau tidak mau, dengan adanya pemberhentian tidak adanya pemasukan dan itu berjenjang beberapa bulan, dan sudah kami lalui semua, mau gak mau lah sekarang ditunda kembali dan belum pasti apa yang dikatakan kompetisi akan digelar, kita tidak tahu," jelasnya. 

Oki berharap, kompetisi sepak bola di Indonesia bisa bergulir kembali dan pandemi segera berakhir. Agar sepak bola bisa kembali berjalan dengan normal seperti sebelumnya. 

Karena, banyak pihak yang mengandalkan pendapatan dari sepak bola, mulai dari pemain, pelatih, official tim hingga orang-orang yang biasa berjualan atribut sepak bola. 

"Bukan saya yang mengalami, tapi semuanya, pemain bola, pelatih, semuanya lah di sepak bola yang berkaitan. Jadi saya berharap disini bukan hanya saya saya mewakili rekan-rekan kapan ini semua berakhir dan saya pun tidak tahu," ucapnya. 

"Tapi marilah kita memikirkan yang pada intinya menafkahi keluarga, kemudian saya pribadi dan banyak semua seperti yang berjualan kopi lah ada di stadion, penjual kaos, semua lah, banyak yang terkait di situ, mudah-mudahan ini bisa berlalu karena dapat mempengaruhi semua segi kehidupan, semua finansial, tidak hanya di negeri kita tapi semua," harapnya. 

Sementara itu, sebelumnya tim peserta Liga 1 dan Liga 2 2020 sudah menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas kembali untuk menyambut kompetisi. Bahkan, klub rutin melakukan test untuk melihat kondisi kesehatan pemain, pelatih dan official tim.