In-depth

Juventus yang Rapuh Saat Kebobolan Lebih Dulu Musim Ini

Rabu, 11 November 2020 19:56 WIB
Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Daniele Badolato - Juventus FC/Juventus FC via Getty Images
Pemain Juventus Cristiano Ronaldo merayakan gol 0-1 dalam pertandingan Serie A antara SS Lazio dan Juventus di Stadio Olimpico pada 08 November 2020 di Roma, Italia. Copyright: © Daniele Badolato - Juventus FC/Juventus FC via Getty Images
Pemain Juventus Cristiano Ronaldo merayakan gol 0-1 dalam pertandingan Serie A antara SS Lazio dan Juventus di Stadio Olimpico pada 08 November 2020 di Roma, Italia.

INDOSPORT.COM - Raksasa Liga Italia, Juventus, tampaknya pantang kebobolan terlebih dahulu bila ingin meraih kemenangan di pertandingan mana pun di semua kompetisi 2020/21.

Juventus masih mencari konsistensi di era pelatih baru, Andrea Pirlo. Dari 10 pertandingan di semua kompetisi 2020/12, Juventus menangi lima laga, seri empat kali, dan kalah sekali.

Sebelum international break edisi November, Juventus meraih hasil imbang 1-1 dengan Lazio di Serie A di mana mereka kebobolan enam detik sebelum pertandingan berakhir.

Berbagai analisis pun mencuat yang diyakini sebagai penyebab inkonsistensi Juventus, dari krisis pemain akibat cedera dan positif Covid-19, Andrea Pirlo yang masih mencari formula terbaik, hingga ketergantungan pada Cristiano Ronaldo.

Yang jelas, berdasarkan data dan statistik belakangan, Juventus pantang kebobolan terlebih dahulu bila ingin memenangkan pertandingan.

Pasalnya, terbukti Juventus selalu gagal menang ketika tim besutan Andrea Pirlo menderita gol terlebih dahulu.

Tercatat, semua lima kemenangan dan satu hasil seri Juventus terjadi ketika mereka mencetak gol lebih dahulu.

Sebaliknya, Bianconeri bermain seri 2-2 dengan AS Roma (28/09/20), 1-1 dengan Crotone (18/10/20), 1-1 dengan Verona (26/10/20), dan kalah 0-2 dari Barcelona (29/10/20) ketika Juventus kebobolan terlebih dahulu.

Hasil-hasil tersebut seolah menyiratkan mentalitas Juventus yang rapuh ketika lawan berhasil lebih dulu membobol gawang mereka. Jelas, ini sebuah pekerjaan rumah bagi Andrea Pirlo untuk dibenahi.