In-depth

Resep Utama Kebangkitan Timnas Italia Itu Bernama Roberto Mancini

Kamis, 19 November 2020 09:32 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© Claudio Villa/Getty Images
Roberto Mancini menjadi resep utama mengapa Timnas Italia seakan bangkit di level internasional dan tak terkalahkan dalam 22 laga terakhirnya. Copyright: © Claudio Villa/Getty Images
Roberto Mancini menjadi resep utama mengapa Timnas Italia seakan bangkit di level internasional dan tak terkalahkan dalam 22 laga terakhirnya.

INDOSPORT.COM – Tim Nasional (Timnas) Italia secara perkasa mampu mengangkangi Belanda dan memuncaki grup A1 dan lolos ke semifinal UEFA Nations League 2020/21 usai menundukkan tuan rumah, Bosnia & Herzegovina.

Di laga yang berlangsung di Sarajevo, Kamis (19/11/20) dini hari WIB, Italia mampu menampilkan permainan apik dan mendominasi tuan rumah Bosnia.

Italia yang menggunakan formasi 4-3-3, mampu mencetak 64 persen penguasaan bola dengan total 703 umpan dan 17 tendangan sepanjang 90 menit.

Dengan total tendangan sebanyak itu, Italia hanya mampu mengarahkan empat di antaranya ke gawang dan hanya dua yang berbuah menjadi gol. Banyaknya operan dan sepakan yang dilepaskan serta penguasaan bola menjadi bukti bahwa Gli Azzurri benar-benar mendominasi.

Kemenangan ini lantas membawa Italia merangsek ke puncak klasemen grup A1 UEFA Nations League 2020/21 dan membuat Gli Azzurri melaju ke semifinal menggeser Belanda yang ada di grup yang sama.

Keberhasilan Italia ini sendiri merupakan hal yang pantas, apalagi jika melihat catatan Gli Azzurri sejak keikutsertaannya di ajang UEFA Nations League 2020/21.

Italia terbilang solid dalam menyerang dan bertahan di ajang ini dan belum pernah merasakan kekalahan dengan total tiga kemenangan dan tiga hasil imbang dalam enam laga di grup A1.

Kemenangan atas Bosnia-Herzegovina sendiri juga memperpanjang rekor ‘unbeaten’ Italia di mana Gli Azzurri dalam 22 laga terakhirnya di mana 10 laga di antaranya merupakan kemenangan mutlak di babak kualifikasi Euro 2020 dengan rekor 100 persen kemenangan.

Laju apik Italia hingga mampu mencatatkan 22 laga tak terkalahkan menjadi sinyal bahwa Gli Azzurri seakan bangkit di level internasional sejak Piala Dunia 2006 silam. Tentu kredit pantas disematkan kepada sang pelatih, Roberto Mancini.

Mancini ditunjuk menjadi pelatih Italia pada 2018 silam. Ia ditunjuk tepat pada 14 Mei dan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Zenit St. Petersburg untuk mengasuh tim nasional tanah kelahirannya.

Perjudian FIGC dengan menunjuk Mancini pun dapat dikatakan berhasil, atau malah sukses sejauh ini. Pria berusia 55 tahun ini mampu mengubah wajah Italia yang didominasi pemain senior menjadi tim dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.

Sejak ditunjuk menjadi pelatih, Roberto Mancini telah memberikan debut kepada 32 pemain dari 62 pemain yang telah ia mainkan.

Sejak menggantikan Luigi Di Bagio, Mancini melakukan gebrakan dengan memanggil para pemain muda dari Serie A dan bahkan Serie B tanpa melupakan para pemain senior.

Sebagai bukti, Mancini tak segan memanggil nama muda seperti Sandro Tonali, Pietro Pellegri, Luca Pellegrini, Alessandro Bastoni dan juga Matteo Pessina. Debut pun diberikan untuk para pemain yang dianggap masa depan Gli Azzurri nantinya.

Meski begitu, debut tak hanya diberikan untuk pemain muda. Bahkan pemain yang berusia 33 tahun seperti Francesco Caputo pun ia berikan kesempatan untuk melakukan debut bersama Italia.

Hal tersebut membuat timnya mendapat julukan ‘Italia Muda’ dari politisi kenamaan Giovanni Giolitti yang meyakini bahwa apa yang dilakukan Mancini terhadap Gli Azzurri akan berbuah gelar presitisius sejak Piala Dunia 2006.

Kemudahan Mancini memberikan debut membuat para pemain berkebangsaan Italia berlomba-lomba menampilkan yang terbaik. Keputusan ini pun lantas memberi dampak terhadap majunya perkembangan pemain.

Di sisi lain, kemampuan Mancini dalam memanajemen pemain pun bisa dikatakan apik. Biasanya, para pelatih timnas akan memanggil para pemain yang kerap tampil atau bermain di level klub. Namun, mantan pelatih Manchester City ini berbeda.

Mancini tak segan memanggil para pemain yang dicampakkan klubnya sehingga memberikan kepercayaan diri bagi para pemain di ajang internasional. Sebagai contoh ada nama Federico Bernardeschi dan Emerson Palmieri.

Bernardeschi kerap dipinggirkan oleh Juventus dalam dua musim terakhir. Namun di Timnas Italia, ia menjadi andalan Mancini. Hal yang sama juga berlaku untuk Emerson yang kerap terpinggirkan di Chelsea.

Bukti-bukti ini seakan menjadi sinyal bahwa Roberto Mancini nampak menjadi sosok yang tepat bagi Italia untuk meraih gelar di ajang internasional. UEFA Nations League dan Euro 2020 akan menjadi pembuktian atas strateginya membawa Gli Azzurri kembali berjaya.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
50%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
50%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%