Liga Inggris

Ketika Sihir Fernando Torres Buat Nemanja Vidic Jadi Bek Kelas 'Magang' Man United

Sabtu, 16 Januari 2021 15:23 WIB
Editor: Isman Fadil
© Twitter The Kop Brasil
Di puncak kariernya, bomber legendaris Liverpool, Fernando Torres mampu menembus pertahanan tim manapun, termasuk Nemanja Vidic. Copyright: © Twitter The Kop Brasil
Di puncak kariernya, bomber legendaris Liverpool, Fernando Torres mampu menembus pertahanan tim manapun, termasuk Nemanja Vidic.

INDOSPORT.COM - Di puncak kariernya, bomber legendaris Liverpool, Fernando Torres mampu menembus pertahanan tim manapun, termasuk duet tembok raksasa milik Manchester United, Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand.

Pada 14 Maret 2009, Manchester United bertemu Liverpool di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris musim 2008/2009. Kedua tim bersaing ketat dalam perburuan gelar kompetisi domestik. 

Pasukan Sir Alex Ferguson dipenuhi dengan kepercayaan diri tinggi dengan modal 9 kemenangan beruntun. Sementara itu, Liverpool kalah 0-2 dari Middlesbrough dalam pertandingan sebelumnya. 

Manchester United pun meperlebar jarak poin dalam perlombaan menuju kejuaraan. Tekanan tentu saja lebih condong ke arah The Reds.

Dengan trio Carlos Tevez, Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo di lini serang, Manchester United dengan leluasa memborbardir pertahanan Liverpool sejak awal laga.

Setan Merah menciptakan hingga 17 tembakan ke arah gawang Pepe Reina di pertandingan ini. Tekanan di menit awal juga membantu mereka mendapatkan gol pembuka di menit ke-23 berkat upaya Cristiano Ronaldo di titik penalti.

Manchester United membutuhkan trisula untuk menembus pertahanan Liverpool. Tetapi tim tamu, cukup mengandalkan Fernando Torres.

Dalam situasi berbahaya untuk gawang Manchester United, duet Vidic dan Ferdinand terlihat kewalahan dalam menjaga Torres. Bahkan  Michael Carrick dan John O'Shea sampai ikut membantu untuk menghentikan penyerang yang dijuluki "El Nino".

Publik Old Trafford terdiam saat Torres mencetak gol penyama kedudukan. Mantan bomber Timnas Spanyol ini berhasil mencetak satu gol untuk Si Merah usai memenangi perebutan bola dengan Vidic yang terjatuh tak bisa menandingi kekuatan fisik Torres. 

Pada menit ke-43, Torres kembali menunjukkan tajinya. Ia melancarkan umpan cerdas menyilang ke Steven Gerrard, memaksa Patrice Evra melakukan pelanggaran di area penalti. Di titik penalti, kapten Liverpool itu tidak melakukan kesalahan dengan menambah skor menjadi 2-1 untuk tim tamu.

Pertandingan tersebut semakin suram untuk Vidic karena ia kemudian harus menerima kartu merah usai menarik baju Gerrard. Kehilangan Vidic membuat benteng Old Trafford benar-benar runtuh. 

Fabio Aurelio memperlebar keunggulan Liverpool lewat tendangan bebas yang membuat Van der Sar berdiri diam. Setelah itu, Andrea Dossena melengkapi kemenangan skuat asuhan Rafael Benitez dengan skor 4-1.

Liverpool menang untuk menjaga peluang dalam perebutan juara Liga Inggris. Tapi sukses besar jatuh ke tangan Torres. Dia mencetak gol, membuka situasi penalti untuk Liverpool dan memberikan tekanan besar pada garis pertahanan lawan.

Setiap berhadapan dengan Manchester United, Torres membuat Vidic kesulitan. Banyak orang juga mengatakan El Nino adalah kryptonite bagi bek asal Serbia.

Rio Ferdinand sempat mengatakan bahwa setiap pemain bertahan takut menghadapi striker tertentu. Vidic bisa saja bermain bagus melawan Didier Drogba, seorang penyerang yang kuat dan bertenaga, tapi dia selalu kerepotan dengan kecepatan Torres.

"Selalu ada satu pemain yang selalu menyulitkan dalam kariermu. Dia mungkin bukan pemain terbaik di dunia, tapi gaya mainnya mampu menyulitkanmu. Torres tampaknya seperti itu untuk Vidic," ujar Ferdinand dalam Podcast The Beautiful Game seperti dikutip dari Mirror.

Permainan anggun striker berambut pirang ini tak hanya menjadi image indah bagi suporter Liverpool tapi juga menjadi kenangan tak terlupakan bagi penonton yang menyaksikan Liga Inggris. 

Bahkan beberapa fans Manchester United pun menyukai Fernando Torres dan mengharapkan dirinya bergabung ke Old Trafford. Sayang jebolan Atletico Madrid ini lebih memilih Chelsea saat hengkang dari Liverpool.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
100%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%