In-depth

Kenyamanan Nomor 1, Romelu Lukaku Memang Bukan Striker 'Kaleng-kaleng'

Sabtu, 5 Juni 2021 14:44 WIB
Editor:
© Inter Milan
Selebrasi striker Inter Milan, Romelu Lukaku, usai menjebol gawang Genoa dalam pertandingan Serie A Italia, Minggu (28/2/21). Copyright: © Inter Milan
Selebrasi striker Inter Milan, Romelu Lukaku, usai menjebol gawang Genoa dalam pertandingan Serie A Italia, Minggu (28/2/21).
Kenyamanan Nomor 1

Untuk misi pemulangan Romelu Lukaku, Chelsea kabarnya telah menyiapkan uang sekitar 80 juta euro untuk memboyong bomber Belgia itu ke Stamford Bridge. 

Di tim Tuchel, Romelu Lukaku juga hampir dipastikan menjadi penyerang utama mengingat anjloknya statistik Timo Werner pada musim lalu. 

Namun, ikatan Romelu Lukaku dengan Inter Milan sepertinya terlalu erat. Lukaku sadar betul bahwa Inter telah memberikannya arti kebangkitan. 

Romelu Lukaku didatangkan Inter Milan dari Manchester United setelah klub yang bermarkas di Old Trafford itu memutuskan untuk berpisah dengan Lukaku. 

Banyak pihak yang menilai Romelu Lukaku akan kesulitan beradaptasi di Liga Italia. Namun kenyataannya, ia berhasil menjadi mesin gol tim dengan 34 gol di seluruh kompetisi. 

Lukaku berhasil membawa Inter Milan ke final Liga Europa dan untuk pertama kalinya setelah satu dekade finis di dua besar klasemen Serie A. 

Capaian itu diulanginya lagi pada musim 2020/21 lalu. Sebanyak 30 gol dicetaknya di seluruh kompetisi. Romelu Lukaku sukses mempersembahkan gelar scudetto ke-19 untuk Inter Milan. 

Prestasi seperti ini belum pernah didapatkan Romelu Lukaku selepas meninggalkan Liga Belgia. 

Salah satu sosok yang paling berjasa adalah pelatih Antonio Conte. Lukaku merasa berutang budi kepada pelatih Italia itu. 

Romelu Lukaku mengklaim Antonio Conte memiliki peran besar di balik kebangkitan dirinya usai dibuang oleh Manchester united. 

"Apa yang saya capai pada saat ini semuanya berkat dia," ujarnya. 

Dengan kata lain Romelu Lukaku begitu menikmati masa-masanya di Inter Milan. Itu sebabnya, ia berani menolak tawaran menggiurkan dari Chelsea. 

Romelu Lukaku tak seperti pemain lain yang meninggalkan klub demi uang. Apalagi Inter Milan juga tidak terpuruk-puruk amat. Usai melepas Conte, mereka mendatangkan pelatih potensial Liga Italia, Simon Inzaghi, yang juga sama-sama mengusung formasi 3-5-2.