In-depth

Nasib Finlandia di Euro 2020: Banyak Hadirkan Malapetaka untuk Lawan

Kamis, 17 Juni 2021 14:31 WIB
Editor: Juni Adi
© Friedemann Vogel - Pool/Getty Images
Cristian Eriksen tengah mendapat perawatan usai kolaps dalam laga Denmark vs Finlandia. Copyright: © Friedemann Vogel - Pool/Getty Images
Cristian Eriksen tengah mendapat perawatan usai kolaps dalam laga Denmark vs Finlandia.
Hadirkan Malapetaka

Kejutan yang dihadirkan Finlandia tidak hanya soal penampilan mereka di Euro 2020. Ada fakta menarik lain yang menyertai debut Finlandia di Euro kali ini.

Yakni setiap tim yang melawan mereka, para pemain lawannya mendapat malapetaka. Di awali ketika insiden terkaparnya Christian Eriksen di laga perdana Denmark vs Finlandia pada Sabtu (12/06/21).

Gelandang milik Inter Milan itu tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri di lapangan, setelah mengalami henti jantung. 

Wasit langsung menghentkan pertandingan dan petugas medis sigap memberikan penanganan serius. Setelah beberapa saat, Christian Eriksen kemudian ditandu keluar dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Beruntung kondisinya kini sudah membaik, walau belum diketahui vonis akhirnya apakah dia bisa melanjutkan karier sepak bola atau tidak. Empat hari kemudian, Finlandia melakoni laga kedua melawan Rusia pada Rabu (16/06/21) kemarin.

Dalam laga tersebut, lagi-lagi terjadi insiden pemain cedera. Bek sayap Rusia yang dinaturalisasi dari Brasil, Mario Fernandes, kudu ditandu keluar lapangan dan digantikan Vyacheslav Karavaev di menit ke-26.

Ia tak bisa melanjutkan pertandingan karena mengalami cedera punggung, setelah gagal mendarat dengan baik usai terlibat duel udara.

Sembari menangis, ia menerima perawatan tim medis. Lalu dibawa ke rumah sakit dengan penyangga leher guna mengantisipasi patah tulang belakang.

Kemudian dua pemain lain menyusul terkapar di menit ke-38 yakni bek Rusia, Vyacheslav Karavaev dan winger Finlandia, Jere Uronen.

Keduanya terlibat insiden di mulut gawang Finlandia. Saat itu Karavaev ingin menyambar bola, namun ditekel oleh Uronen. Akibatnya, Karavaev terlempar membentur mistar gawang, dan kakinya mengenai wajah Uronen.

Satu lagi pemain terkapar yang harus menjalani penanganan medis di lapangan ialah bek Rusia, Dmitri Barinov, di ujung pertandingan. Ia juga harus dibawa keluar area permainan, tetapi bisa melanjutkan sisa laga di menit terakhir.