Liga Indonesia

Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Pemain PSMS Ini Sudah Diizinkan Pulang

Senin, 28 Juni 2021 17:09 WIB
Kontributor: Aldi Aulia Anwar | Editor: Isman Fadil
© Dok Julius Raja.
Sekertaris klub PSMS, Julius Raja (kiri), saat mendampingi Ilham Fathoni (kanan) saat hendak kembali bertolak pulang ke Medan dari Banda Aceh, Senin (28/06/21). Copyright: © Dok Julius Raja.
Sekertaris klub PSMS, Julius Raja (kiri), saat mendampingi Ilham Fathoni (kanan) saat hendak kembali bertolak pulang ke Medan dari Banda Aceh, Senin (28/06/21).

INDOSPORT.COM - Pemain PSMS Medan, Ilham Fathoni, sudah diizinkan pulang dan kembali ke Medan, pasca dirawat di Rumah Sakit Meuraksa, Banda Aceh.

Sebagaimana diketahui, pemain yang akrab disapa Fato ini harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena sikut d pemain Persiraja Banda Aceh di bagian ulu hati, saat PSMS melakoni uji coba melawan klub Liga 1 itu di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (27/06/21) sore.

Kabar telah diizinkannya Fato pulang dari rumah sakit dan kembali balik ke Medan disampaikan langsung oleh Sekertaris klub PSMS, Julius Raja, kepada awak media, Senin (28/06/21).

"Sempat dirawat disana tadi malam kita minta dia dipulangkan. Apalagi kondisi masih Covid begini. Dan hasil foto rontgen semua baik. Tidak ada yang patah, hanya sesak. Akibat ulu hati nya dan jantung yang kena benturan dan membutuhkan oksigen," ujar Julius.

Lanjut pria yang akrab disapa King itu, setelah kondisinya pulih, manajemen PSMS pun memutuskan memulangkan sang pemain dengan transportasi udara. Karena sebelumnya Fato ikut rombongan tim menggunakan transportasi darat.

"Manajer pak Mulaydi memutuskan untuk memulangkan Fato dengan pesawat. Agar kondisinya lebih fit dan tidak bersama rombongan naik bus. Bersama tim medis, kita terus memantau perkembangan kesehatannya," paparnya.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%