Liga Inggris

Hati-Hati Lukaku, 4 Pemain Ini Gagal Bersinar Saat Kembali ke Klub Lama

Jumat, 6 Agustus 2021 11:05 WIB
Editor: Juni Adi
© Soccrates Images/GettyImages
Diego Costa, striker klub Liga Spanyol, Atletico Madrid Copyright: © Soccrates Images/GettyImages
Diego Costa, striker klub Liga Spanyol, Atletico Madrid
1. Diego Costa

Diego Costa meruapakan salah satu penyerang tajam di Liga Spanyol saat memperkuat Atletico Madrid medio 2010 sampai 2014. 

Penampilan apiknya itu membuat Chelsea kepincut memboyongnya tahun 2014. Namun sayang, ia gagal bersinar di Liga Inggris.

Tiga tahun bersama Chelsea, Costa memilih pulang ke Atletico. Namun, perjalanannya menemui jalan terjal hingga striker berusia 32 tahun itu memutus kontraknya sendiri pada 2020 lalu. 

2. Thierry Henry

Thierry Henry memutuskan pergi dari Arsenal tahun 2007 ke Barcelona demi nafsunya meraih gelar bergengsi di ranah Eropa, Liga Champions.

Keputusan tersebut cukup tepat karena ia berhasil memenangkan sejumlah gelar bergengsi di Barcelona seperti Liga Champions, Piala Super Eropa hingga Piala Dunia Antarklub.

Ia kemudian hengkang ke Amerika Serikat setelah kemampuan bermainnya mulai menurun tahun 2010 ke Red Bulls. Di MLS Henry tampil cukup baik.

Namun sempat dipinjamkan ke Arsenal tahun 2012 lalu saat kompetisi MLS memasuki masa jeda. 

Meski berstatus pemain pinjaman selama dua bulan, namanya terus dielu-elukan supporter The Gunners selama bertanding. 

Akan tetapi, perjalanan keduanya antiklimaks karena dari tujuh pertandingan dirinya hanya mencetak dua gol. 

3. Diego Maradona

Legenda sepak bola dunia dan Argentina, Diego Maradona juga pernah memilih pulang ke klub lamanya Boca Juniors setelah lama berkarier di Eropa.

Namun karena ketergantungan obat terlarang, sang mendiang sulit untuk menemukan performa terbaiknya. Ia dianggap gagal saat mengabdi untuk Boca Juniors untuk yang kedua kali. 

4. Andriy Shevchenko

Setelah dua tahun pindah ke Chelsea, Andriy Shevchenko memutuskan kembali ke AC Milan di musim 2008/09. Meski demikian, permainannya tidak berjalan mulus. 

Ia hanya mencetak dua gol dari total 26 pertandingan di semua kompetisi.