Liga Indonesia

Ternyata Ada Pemain Persebaya yang Gugur di Pertempuran 10 November 1945

Jumat, 11 November 2022 01:06 WIB
Penulis: Lukman Hadi Subroto | Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
© shutterstock.com/wikipidea.com
Pemain Persebaya era 1930-an menjadi salah satu pahlawan yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Copyright: © shutterstock.com/wikipidea.com
Pemain Persebaya era 1930-an menjadi salah satu pahlawan yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya

INDOSPORTS.COM - Pada pertempuran 10 November 1945 silam di Surabaya seluruh rakyat angkat senjata mempertahan kemerdekaan Indonesia.

Salah satunya adalah pemain Persebaya Surabaya yang saat itu bernama Persebaja. Saat itu, 10 November 1945 kota Surabaya dibombardir tentara Inggris dari darat, laut, maupun udara karena menuntut rakyat menyerahkan pembunuh jenderal AWS Mallaby.

Meski demikian serangan Inggris tak membuat arek-arek Suroboyo menyerah. Melalui siarang radio, Bung Tomo berpidato untuk membakar semangat rakyat mempertahankan kemerdekaan.

Berbagai elemen masyarakat angkat senjata untuk melawan Inggris, salah satu yang terpanggil mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah Soegiarto.

Soegiarto adalah bek Persebaya era 1930-an yang tergerak untuk berperang mempertahankan Surabaya dari gempuran militer tentara Inggris.

Saat itu, Soegiarto yang menjadi pemain bertahan andalan tim berjuluk Bajol Ijo mengganti sepatu sepak bolanya dengan senjata untuk mempertahankan Surabaya dan kemerdekaan Indonesia.

Namun, dalam pertempuran tersebut Soegiarto gugur sebagai pahlawan yang berjasa mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Disebutkan bahwa Soegiarto merupakan pemain andalan Persebaya sejak tahun 1938. Ia sering sekali dimainkan untuk mengawal pertahanan.

Bahkan ia bersama Persebaya sempat menjadi juara babak daerah Jawa Timur kala itu. Namun, di putaran final Perserikatan, Persebaya kalah di partai puncak dan harus puas menjadi runner up.

Era penjajahan Jepang, Soegiarto ikut membela Persebaya tampil di dua kompetisi. Pertama di Jakarta pada tahun 1942 dan di Solo.