In-depth

5 Penyebab Prancis Kalah dari Argentina dan Gagal Juara Back-to-Back Piala Dunia 2022

Senin, 19 Desember 2022 11:52 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Isman Fadil
© REUTERS/Carl Recine
Momen pemain Prancis Kylian Mbappe usai kekalahan di Piala Dunia Qatar 2022. (Foto: REUTERS/Carl Recine) Copyright: © REUTERS/Carl Recine
Momen pemain Prancis Kylian Mbappe usai kekalahan di Piala Dunia Qatar 2022. (Foto: REUTERS/Carl Recine)

INDOSPORT.COM – Hilangnya jimat Antoine Griezmann hingga dominasi Lionel Messi dkk jadi penyebab utama Prancis dikalahkan Argentina dan gagal mempertahankan gelar di Piala Dunia 2022.

Di Lusail Stadium, Minggu (18/12/22) malam WIB, berlangsung laga yang amat seru antara Argentina vs Prancis untuk memperebutkan trofi Piala Dunia 2022.

Kedua tim bermain imbang 3-3 selama 120 menit pertandingan yang berlanjut ke babak adu penalti. Dalam drama adu tos-tosan, Les Blues pada akhirnya harus kalah dari tim Tango dengan skor 2-4.

Kekalahan tersebut terjadi setelah tendangan salah satu algojo Prancis, Kingsley Coman berhasil ditepiskan oleh kiper Argentina, Emiliano Martinez, sedangkan tendangan Aurelien Tchouameni melebar dari gawang.

Hasil ini membuat Prancis gagal mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada 2018 lalu di Rusia, yang kini melayang ke tangan Argentina untuk mengakhiri penantian 36 tahun menjadi kampiun.

Prancis hanya mampu membawa pulang satu penghargaan. Yakni, Golden Boots yang diraih Kylian Mbappe sebagai top skor Piala Dunia 2022 berkat torehan 8 gol, unggul 1 dari Lionel Messi.

INDOSPORT pun tertarik untuk mengulas beberapa penyebab Prancis mengalami kekalahan tragis dari Argentina di final Piala Dunia 2022.

1. Dominasi Prancis Kalah Jauh dari Argentina

Begitu peluit wasit dibunyikan, Argentina langsung bermain agresif. Dimotori Angel Di Maria, mereka membuat Prancis tertekan sehingga kesulitan dalam membangun serangan.

Melansir dari Sofascore, Argentina memang tampil cukup mendominasi dengan serangan-serangan ke lini pertahanan Prancis selama pertandingan waktu normal.

Prancis bahkan hanya mencatatkan 3 peluang emas dengan total 5 tembakan on target dari 10 upaya yang dilakukan.

Ada pun Argentina mendapatkan 5 peluang emas, dengan mencatat 10 tembakan on target dari 20 upaya yang dilakukan para pemainnya.