In-depth

Viral Adu Jotos di Liga 3 Riau, Bukti Sepak Bola Indonesia Masih Jalan di Tempat

Minggu, 15 Oktober 2023 17:40 WIB
Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
© Grafis: Yuhariyanto/INDOSPORT.com
Logo Liga 3. Copyright: © Grafis: Yuhariyanto/INDOSPORT.com
Logo Liga 3.

INDOSPORT.COM - Pertandingan Liga 3 2023-2024 untuk putaran provinsi Riau antara PS Pendalian-Rohul menjamu PS Siak baru saja mendapatkan sorotan karena ada kejadian adu jotos.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 3 2023-2024 akhirnya resmi digelar untuk putaran provinsi terlebih dahulu, termasuk dari Riau pada Sabtu (14/10/23) lalu.

Duel sengit tersaji antara PS Pendalian-Rohul menjamu PS Siak. Dalam laga perdana Liga 3 putaran Riau, tuan rumah harus takluk dengan skor 0-1.

Bermain di Stadiun Sepadan Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), gol kemenangan PS Siak lahir pada menit 37 lewat titik penalti. Wiga Brilian dengan dingin berhasil mengelabui kiper tuan rumah dan membuat tim tamu menang.

Raihan tiga poin membuat PS Siak sementara menjadi pemuncaka Grup A Liga 3 putaran Riau dan memiliki peluang lolos ke putaran nasional.

Sayang, dalam laga tersebut harus dinodai dengan ulah tidak terpuji para pemain tuan rumah. Sempat ada keributan antar pemain seperti di video yang tersebar di media sosial Instagram.

Akun Instagram @infoliga3indonesia, baru saja mengunggah momen adu jotos. Beberapa pemain tuan rumah yang berseragam putih terlihat memukul para penggawa tim tamu.

Ketika dikonfirmasi, manajer PS Siak yakni Romy Lesmana buka suara. Ia menjelaskan kalau timnya mendapatkan kerugian besar oleh ulah dari PS Pendalian-Rohul hingga wasit.

"Partai Perdana di Grup A Liga 3 2023 regional Riau. PS Siak vs Pendalian FC. Banyak faktor penyebabnya. Kalau menit-menit nya bisa di lihat di video yang ada," ujar Romy Lesmana.

"Pendapat saya karena tim tuan rumah maksain hasil pertandingan dengan berbagai cara."

"Saya sampai detik ini belum ditanyain atau apa dari Asprov. Sepertinya sedang sibuk mengurusi partai Liga 2 PSPS vs PSMS sore ini. Semua senyap."

"Wasit dan perangkat pertandingan seperti memihak ke tuan rumah. Infonya wasit dari warga situ juga, tapi saya belum cek kebenarannya."

"Kami juga tidak dikasih jadwal OT yang seharusmya jadi hak setiap tim. Tim kami menempuh 260 KM dr Siak ke sana, tapi diperlakukan seperti ini."

"Besok-besok tim lain akan berpikir dua kali tandang ke sana. Saat pertandingan itu saya tidak menemukan satu orang pun perwakilan Asprov, kecuali perangkat/pengawas pertandingan."

"Untunglah kita masih diberi rezeki kemenangan. Mudah-mudahan ada perubahan dari kejadian ini," tuturnya menambahkan.

Seuesai pertandingan tersebut, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sampai turun tanggan.

Mereka menyuarakan tagar  #kitasatuprofesi untuk menjaga sepakbola Indonesia lebih aman bagi pemain, karena semakin banyaknya tindakan kasar dan tidak sportif yang terjadi di kompetisi Liga 1 maupun Liga 3 Indonesia.

Keributan antar pemain yang baru saja terjadi di Liga 3 tersebut benar-benar kembali mencoreng nama sepak bola Indonesia.

Itu sebagai bukti kalau sepak bola Tanah Air masih jalan di tempat, meski Timnas Indonesia perlahan mulai diakui Dunia.