Liga Champions

Prediksi Starting XI Arsenal di Final Liga Champions: Siapa Lebih Hebat, 2006 atau 2026?

Rabu, 6 Mei 2026 07:47 WIB
Editor: Redaksi
© REUTERS/David Klein
Selebrasi para pemain Arsenal usai Gabriel Jesus mencetak gol ke gawang Manchester United pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (04/09/23). (Foto: REUTERS/David Klein) Copyright: © REUTERS/David Klein
Selebrasi para pemain Arsenal usai Gabriel Jesus mencetak gol ke gawang Manchester United pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (04/09/23). (Foto: REUTERS/David Klein)

INDOSPORT.COM - Arsenal kembali berdiri di panggung final Liga Champions setelah menunggu 20 tahun. Tim Mikel Arteta lolos ke final 2025/26 setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1 dan akan bermain di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026.

Final ini membawa ingatan publik kembali ke tahun 2006. Saat itu, Arsenal asuhan Arsene Wenger kalah 1-2 dari Barcelona di Stade de France, Paris, setelah bermain lama dengan 10 pemain karena kartu merah Jens Lehmann.

Pada final 2006, Wenger menurunkan Jens Lehmann di bawah mistar. Di depannya ada Emmanuel Eboue, Kolo Toure, Sol Campbell, dan Ashley Cole, dengan Robert Pires, Gilberto Silva, Cesc Fabregas, Alexander Hleb, Freddie Ljungberg, serta Thierry Henry di lini depan.

Dua dekade kemudian, Arsenal datang dengan wajah berbeda. Mereka bukan lagi tim muda yang mencoba membuktikan diri di Eropa, melainkan skuad matang yang dibangun Arteta dengan fondasi pertahanan kuat dan struktur permainan lebih stabil.

Berdasarkan kondisi terbaru, prediksi starting XI Arsenal untuk final 2026 adalah David Raya; Ben White, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Riccardo Calafiori; Declan Rice, Martin Odegaard, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, dan Leandro Trossard.

Pilihan ini berangkat dari susunan pemain saat Arsenal mengalahkan Atletico Madrid di semifinal kedua. Dalam laga itu, Arteta memakai Raya, White, Saliba, Gabriel, Calafiori, Rice, Lewis-Skelly, Saka, Eze, Trossard, dan Gyokeres.

Namun, untuk final, Odegaard berpeluang kembali ke starting XI jika kondisi fisiknya sudah sepenuhnya pulih. Ia sudah masuk skuad saat menghadapi Atletico, sehingga waktu menuju 30 Mei memberi ruang lebih besar untuk mengembalikan ritme bermainnya.

Eberechi Eze tetap sangat kuat untuk menjadi starter, terutama karena ia tampil sejak awal di semifinal. Tetapi, dalam laga sebesar final, ban kapten, kontrol tempo, dan pengalaman Odegaard bisa menjadi alasan Arteta memilihnya sejak menit pertama.

Di sisi kanan pertahanan, Ben White masih menjadi pilihan paling aman untuk saat ini. Jurrien Timber dilaporkan mengalami cedera dan estimasi kembalinya sekitar pertengahan Mei, sehingga status kebugarannya tetap harus dipantau menjelang final.

Untuk lini depan, Gyokeres layak dipertahankan sebagai penyerang utama. Ia mendapat apresiasi dari Arteta setelah semifinal, dan profil fisiknya memberi Arsenal titik tumpu penting saat menghadapi lawan dengan intensitas tinggi.

Saka hampir pasti menjadi starter di sisi kanan jika tidak ada masalah baru. Golnya melawan Atletico menjadi penentu tiket final, dan Reuters mencatat kembalinya Saka dari cedera menjadi salah satu faktor penting perjalanan Arsenal.

Masalah akumulasi kartu kuning tidak menjadi ancaman besar bagi Arsenal. Regulasi UEFA menyebut semua kartu kuning dihapus setelah perempat final, sehingga tidak dibawa ke semifinal dan final.

Artinya, pemain Arsenal tidak akan absen di final hanya karena akumulasi kartu kuning sebelum semifinal. Ancaman sanksi biasanya hanya muncul dari kartu merah, kartu kuning kedua dalam satu laga, atau keputusan disiplin khusus UEFA.

Jika dibandingkan dengan tim 2006, Arsenal Wenger memiliki aura individu yang sangat besar. Henry adalah salah satu penyerang terbaik dunia saat itu, Campbell dan Toure memberi kekuatan fisik, sementara Fabregas menjadi simbol masa depan lini tengah.

Namun, tim 2006 juga datang dengan ketergantungan besar pada Henry. Ketika Lehmann dikartu merah pada menit awal, struktur permainan berubah total dan Arsenal harus bertahan dalam situasi yang tidak ideal hampir sepanjang laga.

Arsenal 2026 terlihat lebih seimbang dari belakang ke depan. Mereka punya Raya sebagai kiper distribusi, Saliba dan Gabriel sebagai duet bek tengah kuat, Rice sebagai pengaman lini tengah, serta Saka sebagai pembeda di sepertiga akhir.

Dari sisi kualitas individu murni, Arsenal 2006 mungkin unggul pada figur bintang utama. Henry berada pada level yang sulit ditandingi oleh siapa pun di skuad Arsenal saat ini, terutama dari sisi reputasi dan pengaruh menyerang.

Namun, dari sisi kedalaman dan keseimbangan tim, Arsenal 2026 terlihat lebih lengkap. Mereka tidak terlalu bergantung pada satu pemain, karena ancaman bisa datang dari Saka, Trossard, Gyokeres, Odegaard, Rice, maupun bola mati.

Secara strategi, Wenger membawa Arsenal 2006 dengan ciri teknik tinggi, transisi cepat, dan keberanian bermain terbuka. Tim itu indah untuk ditonton, tetapi dalam final melawan Barcelona, kartu merah membuat rencana awal mereka runtuh terlalu cepat.

Arteta membawa pendekatan yang lebih pragmatis dan modern. Arsenal 2026 bisa menekan tinggi, bertahan rendah, mengontrol tempo, lalu menyerang lewat kombinasi sayap, bola kedua, dan duel fisik di kotak penalti.

Catatan defensif Arsenal musim ini juga menjadi pembeda penting. Reuters menulis kemenangan atas Atletico menjadi clean sheet kesembilan Arsenal di Liga Champions musim ini, tanda bahwa kekuatan mereka bukan hanya berada di lini serang.

Dari sisi mental, Arsenal 2006 adalah tim berbakat yang masih membawa beban sejarah. Mereka tampil di final Liga Champions pertama klub, menghadapi Barcelona yang saat itu memiliki Ronaldinho, Eto’o, Deco, dan generasi emas Eropa.

Arsenal 2026 datang dengan mental yang lebih matang. Mereka sudah melewati Atletico dalam dua leg ketat, belum kalah di Liga Champions musim ini, dan punya kepercayaan diri besar dari persaingan gelar Premier League.

Jika pertanyaannya siapa yang lebih baik, jawabannya bergantung pada ukuran yang dipakai. Untuk kualitas ikon, Arsenal 2006 punya Henry, Pires, Campbell, dan Cole yang statusnya sangat besar dalam sejarah klub.

Tetapi jika ukurannya struktur tim, keseimbangan, kedalaman, dan kesiapan taktik, Arsenal 2026 tampak lebih siap memenangkan final. Tim Arteta terlihat lebih matang menghadapi berbagai bentuk pertandingan, termasuk laga keras yang membutuhkan kesabaran.

Prediksi starting XI Arsenal 2026 juga menunjukkan perubahan besar dalam filosofi klub. Dari tim Wenger yang sangat artistik, Arsenal kini menjadi tim yang lebih lengkap, lebih fisikal, dan lebih disiplin dalam membaca momentum.

Final 2006 meninggalkan luka karena Arsenal begitu dekat dengan sejarah. Final 2026 memberi kesempatan untuk menulis ulang cerita itu, kali ini dengan skuad yang secara kolektif terlihat lebih siap mengangkat trofi pertama Liga Champions klub.

Kesimpulannya, Arsenal 2006 lebih romantis dan lebih kuat dari sisi nama besar. Namun, Arsenal 2026 lebih unggul sebagai unit modern yang seimbang, terstruktur, dan punya mental kompetitif untuk menghadapi final sebesar di Budapest.