Pecinta Basket Indonesia Rindu 'Belaian' Pemerintah

Kamis, 3 Desember 2015 19:54 WIB
Penulis: Devi Novitasari | Editor: Zainal Hasan
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Yosi Project Pop, Udjo Project Pop dan Cristiano Ronaldo Sitepu Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Yosi Project Pop, Udjo Project Pop dan Cristiano Ronaldo Sitepu

Bola basket memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Sejak tahun 1930-an beberapa kota di Indonesia telah memiliki klub-klub lokalnya sendiri. Sambutan yang cukup meriah atas olahraga ini akhirnya melahirkan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) pada 23 oktober 1951 dengan nama sebelumnya Persatuan Basketball Seluruh Indonesia.

Berawal dari kompetisi Kobatama sejak tahun 1982, kompetisi basket Indonesia berubah menjadi Indonesian Basket Leauge (IBL). Sayang perkembangan IBL tidak berjalan sesuai harapan, lalu setelah berkali-kali berganti promotor, Liga Profesional ini akhirnya terlahir kembali dengan nama National Basketball League (NBL) Indonesia yang dipegang oleh PT DBL.

Setelah lima tahun mengelola kompetisi itu, kini dunia basket tanah air kembali dipegang oleh promotor yang berbeda, yakni Starting Five sebagai penyelenggara baru promotor Liga basket profesional dan kembali berganti nama menjadi IBL. Setelah melalui banyak hal, insan basket tanah air turut memberikan komentarnya terkait perkembangan basket di Indonesia.

Bersama INDOSPORT, berikut komentar dari para pecinta basket, baik itu dari kalangan atlet maupun artis tanah air.

3