Manusia Berlari Kurang dari 120 Menit Sejauh 42km? Ilmuwan Yahudi Ini Coba Jawabnya

Kamis, 12 Mei 2016 21:13 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Aksi pelari asal Afrika di Jakarta Marathon 2015‏ Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Aksi pelari asal Afrika di Jakarta Marathon 2015‏
Masih jadi teka-teki

Namun sayangnya, penelitian Yannis belum memiliki hasil pasti. Proyek SUB2, terkait hal ini masih akan terus dilakukan oleh Yannis. 

Saat ini, ia memiliki pelatihan di Kenya dan kabanrya Komite Olimpiade Internasional akan memberikan dana untuk penelitian ini. Tujuannya agar tidak ada lagi kasus doping muncul dari dunia atletik hanya karena pelari ingin memecahkan rekor dunia. 

"Saya ingin memberi dampak untuk kehidupan. Saya hanya ingin agar ada orang yang ikut Olimpiade namun tidak berpikri untuk berbuat curang," kata Yannis.