4.9K
Manusia Berlari Kurang dari 120 Menit Sejauh 42km? Ilmuwan Yahudi Ini Coba Jawabnya
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Aksi pelari asal Afrika di Jakarta Marathon 2015
Masih jadi teka-teki
Namun sayangnya, penelitian Yannis belum memiliki hasil pasti. Proyek SUB2, terkait hal ini masih akan terus dilakukan oleh Yannis.
Saat ini, ia memiliki pelatihan di Kenya dan kabanrya Komite Olimpiade Internasional akan memberikan dana untuk penelitian ini. Tujuannya agar tidak ada lagi kasus doping muncul dari dunia atletik hanya karena pelari ingin memecahkan rekor dunia.
"Saya ingin memberi dampak untuk kehidupan. Saya hanya ingin agar ada orang yang ikut Olimpiade namun tidak berpikri untuk berbuat curang," kata Yannis.