INDOSPORT.COM - Mantan petarung UFC, Khabib Nurmagomedov merasa kecewa sekaligus geram mendengar pernyataan kontroversial yang telah dilontarkan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Emmanuel Macron telah mengeluarkan pernyataan kontroversial yang diniliai menghina agama Islam. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Macron pada, Kamis (22/10/20) di hadapan anggota dewan, kepala daerah dan perwakilan kelompok masyarakat sipil.
Presiden Prancis itu menyampaikan pentingnya mempertahankan nilai-nilai mendasar di negaranya dan juga beberapa pernyataan terkait Islam dan radikalisme.
Emanuel Macron mengeluarkan pernyataan tersebut selang beberapa pekan setelah seorang guru Prancis bernama Samuel Paty tewas dipenggal.
Sebelum tewas, Paty sempat menunjukkan kepada murid-muridnya gambar kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh Charlie Hebdo bulan lalu.
Khabib Nurmagomedov menyayangkan sikap Emanuel Macron. Mantan petarung UFC itu kemudian mencurahkan perasaannya dalam sebuah postingan di media sosial Instagram yang diunggah pada, Jumat (30/10/20).
"Semoga Yang Mahakuasa menodai wajah makhluk ini dan semua pengikutnya, yang, dengan slogan kebebasan berbicara, menyinggung perasaan lebih dari satu setengah miliar umat Muslim," tulis Nurmagomedov.
"Semoga Yang Mahakuasa mempermalukan mereka di kehidupan ini, dan di kehidupan selanjutnya. Kami adalah Muslim, kami mencintai Nabi Muhammad (damai dan berkah Allah besertanya) lebih dari ibu kami, ayah, anak-anak, istri dan semua orang lain yang dekat dengan hati kami."
"Percayalah, provokasi ini akan kembali kepada mereka, akhirnya selalu untuk yang takut akan Tuhan. Sungguh, mereka yang mencaci Allah dan Rasul-Nya, mengutuk Allah di dunia ini dan di akhirat akan dipersiapkan siksaan yang memalukan bagi mereka," pungkasnya.
Selama berkiprah di UFC, Khabib Nurmagomedov dikenal sebagai petarung Muslim yang taat. Ia tercatat sebagai petarung Muslim pertama yang berhasil menjadi juara dunia UFC. Kini Khabib Nurmagomedov memilih pensiun usai menutaskan perjuangannya di UFC 254.