Masalah Kontroversial dan Memalukan Warnai Gelaran PON
Tak banyak yang tahu jika ajang PON ke VII di Surabaya pada 1969 mendapatan dukungan finansial yang bersumber dari dana judi. Demi tetap membuat hajatan empat tahunan itu bergulir, Indonesia yang pada masa itu tengah dililit krisis ekonomi tak kehabisan akal.
Pada saat itu, kas pemerintah Jawa Timur tak cukup untuk menyokong gelaran PON sementara KONI pusat tidak mengeluarkan dana sepeserpun. Hingga akhirnya melalui izin Menteri Sosial Dimsa itu, uang hasil undian berbau judi Lotere Totalisator (Lotto) dijadikan sumber dana.
Meski dianggap kontroversial, namun nyatanya uang yang didapatkan dari pengumpulan Lotto mampu mendanai pembangunan venue PON di masa itu. Stadion Tambaksaridi Surabaya yang kini berganti nama menjadi Gelora 10 November merupakan saksi bisu yang dibangun dari dana judi.