Kilas Balik Setahun Sanksi WADA: Gara-gara 2 Atlet Pakai Doping, Indonesia Kelimpungan

Kamis, 1 Desember 2022 14:45 WIB
Penulis: Martini | Editor: Indra Citra Sena
© Arif Rahman/Indosport.com
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali saat Kongres Biasa PSSI 2022 di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Senin (30/05/22). Foto: Arif Rahman/Indosport.com Copyright: © Arif Rahman/Indosport.com
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali saat Kongres Biasa PSSI 2022 di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Senin (30/05/22). Foto: Arif Rahman/Indosport.com

INDOSPORT.COM - Kilas balik setahun lalu, ketika Indonesia mendapatkan sanksi dari World Anti-Doping Agency (WADA).

Saat itu, Indonesia mendapat berbagai kerugian, salah satunya tim bulutangkis Indonesia tak bisa mengibarkan bendera Merah Putih saat menjuarai Piala Thomas.

Kini, Menpora Zainudin Amali memastikan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki komitmen terhadap olahraga yang bersih dan disiplin terhadap WADA Code.

"Kita boleh menginginkan prestasi sampai tingkat dunia. Tetapi prestasi itu harus kita dapatkan dari kerja keras, pembinaan dan berbagai hal yang positif," kata Zainudin.

"Bukan dengan menghalalkan segala cara, termasuk dengan menggunakan doping. Itu sangat dilarang," imbuhnya, lewat seminar Indonesia Anti-Doping Organization (IADO). 

"WADA Code itu sangat lengkap. Pada saat kena sanksi, saya kira baru kita sadar kita sangat penting tahu tentang anti doping."

"Saya harap sanksi itu yang terakhir, kita mempunyai pelajaran yang sangat berharga terhadap anti-doping dan sanksi yang kita terima," lanjut Menpora Zainudin Amali.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari menyebut pentingnya sosialisasi anti-doping kepada seluruh stakholder olahraga nasional melalui IADO.

"Ini bukan organisasi sendirian, tapi bagian dari organisasi lain, baik itu stakeholder di Indonesia maupun di internasional," kata Raja Sapta Oktohari lewat seminar IADO.

"Saya pikir Pak Gatot (S. Dewa Broto) orang yang tepat, komunikatif dan sampai hari ini komunikasi kita sangat baik dengan WADA."

"Belum ada komplain, justru mereka beri pujian bahwa IADO hari ini sangat berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya," kata Okto.