Bali Batal Jadi Tuan Rumah ANOC World Beach Games 2023, Nama Indonesia Tercoreng Lagi

Rabu, 5 Juli 2023 07:02 WIB
Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
© NOC Indonesia/M Rifqi
Menpora Dito Ariotedjo, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari di Rumah Dinas Gubernur Bali, Jumat (14/04/23). (Foto: NOC Indonesia/M Rifqi) Copyright: © NOC Indonesia/M Rifqi
Menpora Dito Ariotedjo, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari di Rumah Dinas Gubernur Bali, Jumat (14/04/23). (Foto: NOC Indonesia/M Rifqi)

INDOSPORT.COM - Kabar mengejutkan baru saja diumumkan oleh ANOC World Beach Games, di mana Bali memutuskan mundur sebagai tuan rumah pesta olahraga pantai dunia 2023.

Lewat Instagram resmi ANOC World Beach Games, keputusan mundurnya Bali sebagai tuan rumah sangat disayangkan. Apalagi sebelumnya tidak ada indikasi yang mengarah kepada pembatalan.

ANOC mengungkapkan mundurnya Bali karena tidak ada dana dari Pemerintah Indonesia. Hal ini membuat nama Tanah Air kembali tercoreng, setelah sebelumnya batal menggelar ajang bergengsi Piala Dunia U-20 2023.

"Bali mundur dari komitmen menjadi tuan rumah ANOC World Beach Games 2023," tulis Instagram resmi ANOC World Beach Games pada Selasa (04/07/23) malam WIB.

"Dengan sangat terkejut dan sangat kecewa ANOC mengetahui bahwa Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) Bali 2023 telah menarik diri dari komitmennya untuk menjadi tuan rumah ANOC World Beach Games dan Majelis Umum ANOC pada Agustus 2023."

"Dengan Olimpiade dijadwalkan berlangsung dalam satu bulan, keputusan pada pemberitahuan yang terlambat tersebut mencegah ANOC untuk dapat menemukan tuan rumah alternatif sehingga tidak ada pilihan selain membatalkan Olimpiade edisi tahun ini di Bali pada bulan Agustus serta Majelis Umum ANOC."

"Mengenai Majelis Umum ANOC, keputusan akan diambil dalam beberapa minggu mendatang mengenai lokasi dan tanggal baru."

"LOC menyatakan keputusan itu diambil setelah anggaran tidak dikeluarkan oleh Pemerintah negara dan tidak ada waktu lagi untuk menyelenggarakan Olimpiade."
 
"ANOC sangat kecewa dengan tindakan LOC yang akan membuat atlet dari 100 NOC yang memenuhi syarat tidak dapat memenuhi ambisi mereka untuk berkompetisi di Olimpiade."

"ANOC menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada NOC, atlet, dan Federasi Internasional (IF) yang telah menjadi mitra yang berkomitmen untuk acara tersebut, dan kepada para penggemar di seluruh dunia."

"Meskipun ada tantangan dalam persiapan Olimpiade, seperti pada acara multi-olahraga besar mana pun, ANOC telah secara teratur diyakinkan oleh LOC bahwa solusi akan ditemukan dan Olimpiade akan berjalan sesuai rencana."

"ANOC dan LOC bertemu untuk rapat koordinasi mingguan, baru-baru ini minggu lalu, dan LOC sama sekali tidak menunjukkan adanya masalah yang akan mengarah pada hasil seperti itu."

"Prioritas langsung ANOC adalah untuk memastikan para atlet didukung dan, NOC dan IF diberi kompensasi sebaik mungkin sehubungan dengan pembatalan Olimpiade," imbuhnya.