MotoGP

Enea Bastianini, Juara Dunia Moto2 yang Menolak Gabung VR46 Milik Valentino Rossi

Senin, 30 November 2020 17:54 WIB
Editor: Pipit Puspita Rini
© Steve Wobser/Getty Images
Pembalap Moto2 asal Italia, Enea Bastianini. Copyright: © Steve Wobser/Getty Images
Pembalap Moto2 asal Italia, Enea Bastianini.

INDOSPORT.COM - Salah satu pendatang baru dalam persaingan MotoGP 2021 adalah Enea Bastianini dari Italia. Dia akan memperkuat Esponsorama Racing (Avintia Ducati) bersama rookie asal Italia lainnya, Luca Marini, yang juga adalah adik tiri Valentino Rossi.

"Saya sangat senang naik ke MotoGP bersama Ducati dan Esponsorama Racing. Pada musim depan, beberapa pembalap akan naik ke MotoGP. Kami akan memulai petualangan baru bersama para pembalap tercepat di dunia," kata Bastianini kepada motogp.com.

Bastianini membawa bekal sangat berharga saat naik ke kelas premier. Dia merupakan juara dunia kelas Moto2 2020, setelah memenangi persaingan ketat dengan beberapa pembalap, termasuk Luca Marini.

Gelar musim 2020 ini merupakan pencapaian terbaik pembalap 22 tahun tersebut sejak bersaing di World Championship pada 2014. Dia bersaing di kelas paling kecil, Moto3, selama lima tahun, sebelum naik ke Moto2.

Pada musim perdana di Moto2 (2019), Bastianini belum banyak mendapatkan pengakuan dengan hanya sekali meraih podium setelah finis di urutan ketiga pada GP Ceko.

Dia berada di posisi ke-10 pada akhir musim. Alex Marquez dan Brad Binder yang menjadi juara dan runner-up Moto2 2019 akhirnya naik ke MotoGP.

Tanpa Alex Marquez dan Binder, Bastianini bersaing ketat dengan Marini, Sam Lowes, dan Marco Bezzecchi untuk memperebutkan gelar juara Moto2 2020. Bastianini memenangi persaingan itu.

Bukan Anggota VR46 Academy Milik Rossi

Enea Bastianini merupakan salah satu dari sekian banyak pembalap muda Italia yang tengah bersinar. Pembalap-pembalap tersebut kebanyakan merupakan bagian dari VR46 Academy, sekolah balap yang dibentuk Valentino Rossi pada 2013.

Namun, Bastianini bukanlah bagian dari VR46 Academy. Bahkan, dia mengatakan tidak ada minat sama sekali untuk bergabung dengan akademi tersebut.

© Steve Wobser/Getty Images
Pembalap Moto2 asal Italia, Enea Bastianini. Copyright: Steve Wobser/Getty ImagesPembalap Moto2 asal Italia, Enea Bastianini.

"Saya tidak pernah memikirkan hal itu, dan mereka tidak pernah menawari saya (untuk bergabung). Jika mereka minta, saya akan bilang tidak," kata pembalap yang akrab disapa Bastia tersebut tentang VR46, dalam wawancara dengan La Gazzetta.

"Saya sudah berlatih dengan Antonio Lacasella sejak 2015, dan kerja sama kami berhasil," ujar anak dari pasangan Antonella dan Emilio yang merupakan penjual baju keliling.

Pembalap yang berasal dari keluarga sederhana ini juga menjelaskan bahwa Fausto Gresini merupakan salah satu orang terpenting pada awal kariernya. Dia mengaku masih bersyukur dan berterima kasih karena Gresini.

"Saya selalu ingin mengembangkan diri sendiri. Tentu saja bimbingan Vale akan sangat berarti. Meski tidak bergabung (dengan VR46), sekarang maupun nanti saya biasa latihan di The Ranch," ujar pembalap kelahiran 30 Desember 1997 tersebut, dikutip dari tuttomotoriweb.

The Ranch merupakan tempat latihan balap motor yang dimiliki Valentino Rossi, sekaligus tempat berlatih para pembalap VR46.

Pengagum Stoner

Seperti pembalap pada umumnya, Bastianini juga memiliki idola yang jadi panutan. Idola Bastianini adalah pemilik dua gelar juara dunia MotoGP asal Australia, Casey Stoner.

"Saya selalu senang melihat Valentino, tetapi saya juga mengagumi Stoner. Mungkin ini terlihat aneh karena keduanya adalah rival berat dalam perebutan gelar," kata Bastianini.

© Mirco Lazzari gp/Getty Images
Pembalap Moto2 asal Italia, Enea Bastianini. Copyright: Mirco Lazzari gp/Getty ImagesPembalap Moto2 asal Italia, Enea Bastianini.

"Casey punya gaya balap yang indah, sementara Vale punya determinasi dan keinginan untuk finis dengan luar biasa. Saya mencoba untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan keduanya yang saya jadikan inspirasi," ujar dia lagi.

Lalu Bastianini mengatakan bahwa Marc Marquez bukanlah pembalap yang dia kagumi, dari cara pandang persaingan di lintasan. Menurut dia, Marquez terlalu berlebihan dan kerap kali terlalu memaksa hingga bisa membahayakan pembalap lain.

Bastianini akan turun dengan motor bernomor 23 pada MotoGP 2021. Nomor yang dia pakai sebelumnya, yaitu 33, sudah dipakai oleh Brad Binder yang lebih duni naik ke MotoGP.

Nomor 33 tersebut merupakan penanda kali pertama dia terjun ke kompetisi minibike, yaitu di usia 3 tahun 3 bulan.