Kisah Perjalanan Karier Rifat Sungkar, Mampu Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia

Senin, 18 Oktober 2021 06:10 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Juni Adi
© Shintya Anya Maharani/INDOSPORT
Rifat Sungkar, pembalap Indonesia Copyright: © Shintya Anya Maharani/INDOSPORT
Rifat Sungkar, pembalap Indonesia
Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Saat mengikuti APRC ia sempat dipandang sebelah mata oleh peserta lain, karena nama Indonesia tak begitu familiar dan prestasinya belum mentereng kala itu, lantaran hanya sebatas menjadi juara di ajang nasional.

“Rifat kamu background-nya apa? Kok bisa sampai New Zealand. Oh saya lima kali juara nasional Indonesia. Oh gitu jadi lo ikan yang gede di kolam yang kecil ya. Perumpamaannya lo hebat tapi kita gada yang kenal sama lo. Kalau mau jadi ikan yang gede, bertanding di sini” tuturnya.

Namun meski sempat dianggap remeh, namun nyatanya dari 87 peserta ia mampu membuktikan kualitasnya dengan menjadi juara umum ketiga. Bangganya lagi, ia dan Pertamina selaku sponsornya bisa mengibarkan bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya di tempat yang asing.

Ia juga mengungkapkan menjadi seorang pembalap perlu melakukan personal branding, untuk mempopulerkan diri dan menyenangkan sponsor agar tetap bisa bertahan.

Salah satu yang dilakukannya ialah pergi ke Amerika Serikat, untuk mempopulerkan produk lokal dan membuktikan kemampuan Indonesia. Ia kemudian menerima tantangan untuk balapan di World Rally Championship (WRC) dengan mobil diesel seperti Pajero.

Dari 200 peserta ia satu-satunya pembalap yang menggunakan mobil diesel pada 2015, meski sempat mengalami kesulitan hingga crash. Namun ia tetap belajar dari kesalahan, hingga akhirnya mampu menjadi juara satu diantara 200 mobil.

Rifat Sungkar pun sempat menyatakan diri akan pensiun pada usia 45 tahun, dan bakal memberikan dukungan untuk generasi muda agar tak kalah cepat dengan dirinya.

“Di umur saya 45 saya akan berhenti dari balapan, pasti. Bukan karena gak bisa nyetir, dan bukan semata-mata mau kasih kesempatan gratis buat orang biar menang gantiin saya, karena gak gitu prinsipnya.

“Saya akan kasih pressure yang besar untuk generasi berikutnya, karena dari dulu saya gak dapetin menang tuh gampang, saya dapetin menang tuh susah. ‘Rifat tuh udah mulai pelan, enggak, bukan. Mereka yang udah mulai kenceng. Gue pasti bangga banget,” jelasnya.