INDOSPORT.COM - Tarik-ulur pengelolaan lapangan minyak bumi selama di wilayah kerja Rokan, Provinsi Riau, akhirnya beres juga. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi mengambil alih selama 20 tahun ke depan sesuai amanat yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Menteri ESDM pada 2018.
Kepastian ini sekaligus menyudahi sejarah panjang PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) selaku pengelola lapangan minyak bumi selama hampir satu abad di wilayah kerja Rokan, Provinsi Riau.
Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia, Albert Simanjuntak mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah. Rasa terima kasih itu dalam mengelola Blok Rokan selama 97 tahun dan menjadikan wilayah itu sebagai penghasil minyak terbesar di Indonesia.
"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan baik operasional maupun kegiatan yang mendukung masyarakat selama hampir satu abad," kata Albert Simanjuntak dalam konferensi pers virtual yang dipantau di Jakarta, Minggu (8/8/21).
Lebih lanjut, Albert menyampaikan pesan kepada para pekerja eks-CPI yang sekarang telah menjadi karyawan PHR agar mereka menjaga keahlian, kreatifitas, semangat kemitraan, kolaborasi, kinerja, dan integritas saat bekerja di organisasi baru Pertamina.
"Selalu jadikan keselamatan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Rangkul keberagaman dan jaga semangat inklusi. Saya yakin di manapun rekan-rekan berkarya, kualitas talenta yang dilengkapi dengan nilai-nilai tersebut akan menghasilkan kinerja yang cemerlang," ucap Albert.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam kesempatan yang sama menyampaikan, Pertamina berkomitmen menjalankan amanah tersebut demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia karena Blok Rokan menghasilkan 24 persen produksi minyak dan gas nasional.
Menurutnya, pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina sebagai perusahaan BUMN akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi negara baik dari sisi pengelolaan maupun penerimaan negara.
Pengelolaan Blok Rokan ini sekaligus memperkuat posisi Pertamina melalui Pertamina Hulu Rokan yang akan berperan menjadi lokomotif pembangunan dan perekonomian nasional.
Blok Rokan menjadi salah satu tumpuan Indonesia dalam mendongkrak produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik per hari gas bumi (BSCFD) pada 2030.
"Tak hanya itu, Pertamina juga memiliki amanah lain untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai produksi minyak mentah 1 juta barel per hari tahun 2030," ujar Nicke Widyawati.
Berdasarkan catatan sejarah, Chevron telah ada di Indonesia yang diawali kedatangan empat ahli geologi dari Standard Oil Company of California (Socal) pada 1924.
Pada 1930-an, Socal bekerja sama dengan Texaco yang akhirnya membentuk Caltex, cikal bakal perusahaan Chevron Pasific Indonesia. Kegiatan ini baru membuahkan hasil usai penemuan lapangan Duri pada 1941, disusul lapangan Minas pada 1944.
Keduanya tersebut merupakan lapangan minyak terbesar dari total 115 lapangan produksi di Blok Rokan saat ini dengan luas wilayah mencapai 6.264 kilometer persen.
Blok Rokan pernah mencetak produksi tertinggi menyentuh angka hampir 1 juta barel per hari pada 1973. Rata-rata kontribusi produksi selama 70 tahun terakhir sekitar 46 persen dari produk minyak bumi nasional.
Baca berita asli di AkuratCo
