Pasangan Purwo Banowati dan Risad Haditono tak menyangka jika anak perempuannya yang lahir 11 Februari 1971 silam di Tasikmalaya itu kelak akan jadi salah satu atlet hebat yang membuat Merah Putih dan Indonesia Raya berkumandang di negara orang.

Susy Susanti saat meraih emas di Olimpiade Barcelona, 1992 silam.
Memiliki nama lahir, Lucia Francisca Susy Susanti, anak perempuan ini sejak kecil sudah menunjukan kecintaaanya pada olahraga tepok bulu bulu tersebut. Masuk sekolah dasar, Susy kecil makin sering berlatih dan bermain bulutangkis. Pucuk dicinta ulam tiba, Risad Haditono ternyata sangat mendukung anak perempuannya itu berlatih bulutangkis,
"Papa adalah penggemar olahraga bulu tangkis. Beliau yang melatih saya di samping rumah sejak saya masih kecil," ucap Susy.
Keseriusannya Susy pada olahraga bulutangkis pada akhirnya berbuah manis beberapa tahun setelahnya. Rekam jejak ibunda dari Laurencia Averina, Albertus Edward dan Sebastianus Frederick ini memang patut untuk kembali jadi bahan rujukan semua orang, utamanya para atlet muda bulutangkis Indonesia. "Saya hanya berharap teman-teman pemain mengikuti yang baik-baik dari saya," kata Susy Susanti beberapa waktu lalu.

INDOSPORT mencoba untuk memberikan ulasan awal dari sosok yang mungkin patut dan pantas untuk disebut sebagai ratu bulutangkis Indonesia, Susy Susanti.
Bagaimana awal karier Susy, bagaimana pola latihan ia sejak kecil dan soal displin dan kerja keras yang pada akhirnya membawanya mengucurkan air mata saat Merah Putih berkumandang di Barcelona pada 1992 silam: