Susy Susanti: Awal Langkah Ratu Bulutangkis Indonesia (Part I)
Mantan presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln pernah berujar, 'Manusia menjadi bahagia sesuai dengan yang mereka pikirkan' kata-kata ini mungkin tak pernah didengar dan dibaca oleh Susy kecil. Namun, kata-kata ini sangat cocok untuk menggambarkan Susy kecil saat bermain bulutangkis sedari kecil.
Bagaimana tidak, Susy kecil sangat berbahagia karena keinginannya untuk bermain bulutangkis mendapat dukungan penuh dari orang tuanya. Mendapat dukungan dari orang tua membuat Susy begitu gigih dan serius bermain bulutangkis.
"Papa dulunya adalah atlet bulu tangkis yang bercita-cita menjadi juara dunia. Namun mimpi Papa harus kandas lantaran beliau mengalami cedera lutut semasa muda," ujar Susy.
Namun kebahagian sesaat bukan yang diinginkan Susy saat bermain bulutangkis. Ada ambisi dan keinginan lain yang ingin dikejar Susy Susanti.
Saat sang paman memiliki klub bulutangkis, PB Tunas Tasikmalaya, Susy kecil bergabung di klub tersebut. Tanda-tanda kebesaran Susy mulai terlihat, ia sukses meraih juara di tingkat junior.
"Saat saya bisa jadi juara di pertandingan antar daerah, Papa sudah semakin yakin saya mampu menjadi pemain papan atas dunia," tutur Susy.
Lepas juara junior, Susy dan keluarga memutuskan untuk hengkang dari Tasikmalaya ke Jakarta. Di ibu kota negara, ambisi dan keinginan Susy untuk serius di olahraga bulutangkis makin tak tertahankan. Susy muda jadi lebih serius berlatih bulutangkis untuk cita-cita yang ingin ia wujudkan.