Susy Susanti: Awal Langkah Ratu Bulutangkis Indonesia (Part I)
Seperti apa yang diutarakan Susy tadi, bahwa jika ia hanya ingin mengejar rasa senang dan bahagia sesaat, Susy Susanti tidak akan bersentuhan dengan modal dasar orang sukses yakni displin dan kerja keras.
"Ketika pindah ke Jakarta, saya sudah bilang sama papa dan mama akan serius dengan karir saya di bulu tangkis," kata Susy.
Sejak itu, kehidupan Susy Susanti berubah. Kedisplinan dan kerja keras jadi dua hal yang wajib dijalani tiap harinya. Saat memutuskan untuk masuk klub PB Tunas Tasikmalaya dan tinggal di asrama, tempaan dispilin dan kerja keras Susy makin keras.
Ia menghabiskan waktu hanya dengan berlatih dimana enam hari dalam sepekan ia habiskan dengan berlatih.
Mulai dari pukul 07:00 hingga 11:00 di pagi hari, dan berlanjut pada pukul 15:00 hingga 19: di waktu sore. Hal itu ia lakukan demi menjadi seorang atlet bulutangkis handal.
Bahkan untuk pola kehidupan sehari-hari pun dilalui dengan sangat ketat dari makan hingga tidur. Tak hanya itu, sebagai seorang wanita ia dilarang menggunakan sepatu berhak tinggi guna menjaga dan menghindari dari cedera.