Piala Sudirman: Pede Juara, Kevin Sanjaya Sudah Belajar dari Olimpiade

Senin, 27 September 2021 14:25 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Prio Hari Kristanto
© NOC Indonesia
Usai belajar  dari kegagalan di Olimpiade Tokyo, ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon punya optimisme baru untuk mengantarkan Tim Indonesia meraih juara di Piala Sudirman. Copyright: © NOC Indonesia
Usai belajar dari kegagalan di Olimpiade Tokyo, ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon punya optimisme baru untuk mengantarkan Tim Indonesia meraih juara di Piala Sudirman.

INDOSPORT.COM – Usai belajar dari kegagalan di Olimpiade Tokyo, ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon punya optimisme baru untuk mengantarkan tim Indonesia meraih juara di Piala Sudirman.

Hal itu diungkapkan ganda putra nomor satu dunia itu usai mengantarkan timnya menang 5-0 atas National Badminton Federation of Russia (NBFR).

"Motivasi kami besar untuk membawa kembali Piala Sudirman ke Indonesia. Olimpiade Tokyo kemarin menjadi pembelajaran buat kami untuk terus jadi lebih baik,” ujar Marcus melansir laman PBSI.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, pasangan yang diharapkan mendulang medali di Olimpiade Tokyo 2020 itu justru harus terhenti di babak perempat final. Keduanya dikalahkan ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh wooi Yik dengan skor 14-21, 17-21 pada Kamis (29/07/21).

Meski sempat dikabarkan kalau Kevin menderita cedera bahu sebagai salah satu faktor kekalahan mereka, namun ada masalah non teknis yang sempat dibeberkan Herry Iman Pierngadi usai kekalahan itu.

Melansir Djarum Badminton, Herry IP mengatakan bahwa masalah yang sering mengganggu pasangan berjuluk “The Minions” tersebut adalah tekanan sebagai predikat ranking satu dunia yang harus selalu menang.

Pada akhirnya, tekanan tersebut sering menjadi boomerang yang membuat keduanya bermain di bawah performa terbaiknya.

Diakuinya pula bahwa keinginan menang yang terlalu besar juga bisa menjadi boomerang.  Pelatih bertangan dingin itu pun meminta agar Kevin/Gideon mengubah pola pikir dalam menghadapi kejuaraan besar, dan segera melupakan kekalahan yang telah lalu.

"Juara Olimpiade dan dunia memang belum didapat (Kevin/Gideon), tetapi ada baiknya mereka tidak terlalu menggebu-gebu. Pola pikir harus diubah."

"Nikmati saja setiap momen seperti yang dilakukan Hendra/Ahsan agar beban tidak terasa terlalu berat," demikian kata Herry Iman Pierngadi dalam pernyatannya.