Didepak dari Australia Open, Novak Djokovic Disebut Jadi Korban Politik

Jumat, 7 Januari 2022 12:54 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Prio Hari Kristanto
© REUTERS/Mike Segar
Novak Djokovic terdepak dari Australian Open 2022 karena masalah visa dan status vaksinasi COVID-19 Copyright: © REUTERS/Mike Segar
Novak Djokovic terdepak dari Australian Open 2022 karena masalah visa dan status vaksinasi COVID-19

INDOSPORT.COM – Petenis asal Serbia, Novak Djokovic, dianggap sebagai korban ‘agenda politik’ menyusul terdepaknya dia dari ajang Australian Open 2021 karena masalah visa dan status vaksin COVID-19.

Sebagaimana diketahui, Novak Djokovic batal mempertahankan gelar juaranya di Australian Open 2022 setelah visanya ditolak saat tiba di Bandara Tullamarine, Melbourne, Rabu (05/01/22) waktu setempat.

Djokovic terbang ke Melbourne dengan mengantongi surat pengecualian medis yang jadi persyaratan untuk tampil di ajang perdana Grand Slam musim ini karena dirinya diduga belum divaksinasi COVID-19.

Namun menyusul protes publik yang terjadi belakangan terkait status vaksinasi Djokovic, pemerintah Melbourne terpaksa menolak visa kedatangan Djokovic setelah melalui interogasi berjam-jam.

Situasi ini membuat keluarga Djokovic, yakni ayah dan ibunya murka. Ayah Djokovic, Srdjan, sangat kesal karena pemerintah Australia sudah menjatuhkan harga diri putranya dan bangsa Serbia.

“Mereka menahannya di penangkaran. Mereka menginjak-injak Djokovic untuk  menginjak-injak harga diri bangsa dan orang-orang Serbia,” ujar Srdjan, dilansir dari Channel News Asia.

“Morrison (Perdana Menteri Australia) dan sejenisnya berani menyerang Novak agar Serbia bertekuk lutut. Serbia selalu menunjukkan bahwa dia berasal dari bangsa yang bangga,” sambung Srdjan.

“Ini tidak ada hubungannya dengan olahraga, ini adalah agenda politik. Novak adalah pemain terbaik dan atlet terbaik di dunia, tetapi ratusan orang dari Barat tidak mengakuinya,”

Lebih lanjut, ibu Djokovic, Dijana, bahkan mengklaim putranya telah diperlakukan seperti seorang tahanan oleh pemerintah Australia.

Djokovic dipindahkan ke hotel Park Hotel yang dulu digunakan untuk karantina COVID-19 namun kini beralih menjadi Rumah Tahanan Sementara bagi para pengungsi dan pencari suaka.

“Saya kepikiran (Djokovic) sejak kemarin, 24 jam terakhir mereka menahannya seperti tahanan. Itu tidak adil. Ini tidak manusiawi,” kata Dijana.

“(Hotelnya) sangat kotor dan makanannya sangat buruk,” tambahnya. “(Pihak berwenang) tidak mengizinkannya pindah ke hotel atau rumah yang lebih baik yang sudah dia sewa.”